Take a fresh look at your lifestyle.

Jangan Punya Pikiran Primitif, Yang Tertua Belum Tentu Paling Dewasa

Sehingga Kedewasaan Tidak Lagi Di Tentukan Oleh Usia. Banyak Hal Yang Bisa Dipelajari Dari Mereka Yang Masih Berusia Muda

Yang Tertua Belum Tentu Paling Dewasa
0 155

Pernahkah kamu melihat pemuda dengan usia labil ternyata bersikap lebih dewasa saat menghadapi suatu masalah. Dia tidak mudah terpancing emosi, bahkan tidak grasa grusu dalam mengambil tindakan. Dia lebih memilih untuk sabar, berkepala dingin dan menggunakan akal dan logika untuk menyelesaikan masalahnya. Sehingga hasil yang didapatkan juga lebih maksimal.

Atau Pernah jugakah kamu melihat orang dewasa (bapak atau ibu) yang lebih bersikap kekanakan, egois dan merasa lebih benar karena lebih tua? Pasti banyak. Kedua hal diatas membuktikan bahwa ternyata kedewasaan bukanlah ditentukan lewat usia. Tapi lebih ke bagaimana setiap insan menghadapi masalah hidupnya, saat dia lebih menggunakan akal dan kesabaran untuk melaluinya. Tidak grusa grusu apalagi egois.

Yang Tertua Belum Tentu Dewasa Meskipun Banyak Pengalaman Yang Di Lalui. Karena Tak Semua Orang Mampu Mengambil Hikmah Dalam Setiap Ujian dan Mengaplikasikannya.

Meskipun lahir terlebih dahulu, meskipun lebih tua dan lebih banyak makan asam garam atau pengalaman. Nyatanya tak semua orang bisa memcerna pengalamannya dan mengambil hikmah di dalamnya. Atau sebenarnya mereka tahu akan kesalahannya dan tetap tidak peduli, bahkan semakin menjadi kekanakan, hingga playing victim atau mencari kambing hitam.

Dia sudah tahu salah atau benar, namun tidak mau mengakuinya dan memilih untuk bersikap egois pada dirinya sendiri. Padahal bisa jadi itu akan merugikan orang lain atau dirinya sendiri nanti. Mereka belum bisa menjadi dewasa, karena dasarnya tidak mau mengaplikasikan pelajaran hidupnya dalam kehidupan.

Sehingga Kedewasaan Tidak Lagi Di Tentukan Oleh Usia. Banyak Hal Yang Bisa Dipelajari Dari Mereka Yang Masih Berusia Muda

Ada anak yang masih berusia belia, namun cobaan hidupnya mengalahkan orang yang jauh lebih tua di atasnya. Namun, meskipun begitu hebat dan berat ujiannya, dia mampu melewatinya dengan penuh kesabaran dan menjadi sosok yang lebih dewasa, bertanggung jawab dan disegani oleh semua kalangan, termasuk yang lebih tua sekalipun.

Oleh sebab itu, sekali lagi ditegaskan, bahwa usia sama sekali bukan penentu faktor kedewasaan. Dan orang tua tak perlu merasa malu untuk belajar dari anak anak mereka atau yang lebih muda dari mereka. Jangan pernah merasa lebih baik hanya karena lebih tua dan harus dituakan. Justru mulailah berpikir bahwa ternyata dirinya masih banyak kekurangan dan ternyata, masih banyak yang harus dipelajari untuk mengerti akan arti kehidupan.

Lagipula, ingatlah bahwa pada dasarnya manusia memang wajib untuk terus belajar dan belajar mulai dari lahir hingga menutup mata. Dan pelajaran terbaik adalah pengalaman, baik pengalaman sendiri ataupun orang lain yang bisa diambil hikmahnya.

Jadi Berhenti Berpikir Primitif. Kamu Bisa Saja Lahir Terlebih Dahulu. Namun Ternyata Kamu Belum Tentu Yang Paling Dewasa

Stop merasa diri lebih baik, stop menyepelakan orang yang lebih muda. Dan stop merasa paling benar, hanya karena kamu lebih tua dan lahir terlebih dahulu. Meskipun yang muda harus tetap menghormati yang tua, dan yang tua mengayomi para pemuda. Namun jangan pernah egois dan merasa paling benar sendiri.

Cobalah untuk lebih banyak merangkul dan mengajak berdiskusi. Utamakan untuk mendengarkan pendapat dari orang lain baik tua maupun muda. Khususnya pada hubungan anak dan orang tua. Perlakukan anak dengan baik, bukan selalu menuntut anak menjadi yang orang tua harapkan. Karena Orang tua pun kadang Belum tentu Lebih dewasa, begitupun sebaliknya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page