Take a fresh look at your lifestyle.

Yang Sulit Itu Bukan Memilih, Tapi Bertahan Pada Sebuah Pilihan

Mencintai itu saling menjaga. Bukan hanya saling memberi bahagia.

Kutikung sepertiga malam via instagram.com @preweddingkeren
0 375

Sebenarnya tak ada sulitnya untuk memilih, jika kamu sudah suka tinggal pilih saja. Hanya saja dalam perjalanannya kadang kita justru tergoda dengan yang lainnya. Jadi intinya tak sulit untuk memilih tapi bertahan pada sebuah pilihan justru yang sulit.

Seperti kali ini, baperlagi.com kembali mengulas status yang memotivasi dan baper dari akun @Hijrahstories_. Berikut ini quotesnya, semoga bermanfaat ya.

Jangan larut dalam sedih, masih banyak nikmat Allah yang bisa kita syukuri.

“Jika Allah masih membimbingmu untuk mengingat-Nya, itu pertanda bahwa Allah mencintaimu.” — Ali bin Abi Thalib.

Saat hati ingin taqwa, namun diri masih saja sibuk mengejar dunia. Itulah sakit yang sebenarnya.

“Sepanjang kamu mengerjakan sholat, sejatinya kamu sedang mengetuk pintu Allah. Dan siapa saja yang mengetuk pintu Allah, maka Allah akan membukakan pintu itu untuknya.” — Ibnul Qoyyim.

“Betapa anehnya, engkau kehilangan sedikit saja dan engkau menangis. Sementara seluruh hidupmu yang terbuang sia-sia, dan kau malah tertawa.” — Ibnul Qoyyim.

Tetaplah berbuat baik kepada orang yang berlaku buruk kepada kita. Sebab kebaikan yang kita lakukan akan berbalik kepada diri kita sendiri dan keburukan yang ia lakukan juga akan berbalik kepada dirinya sendiri.

Jika tak mampu bersedekah dengan harta. Maka bersedekahlah dengan ilmu. Dan ilmu yang kita bagikan, maka insyaAllah akan mendatangkan ilmu-ilmu serta kebaikan yang lainnya untuk diri kita.

Sebab ingin-Nya pastilah yang terbaik untuk kita. Namun inginku belum tentu baik di sisi-Nya.

“Memaafkan adalah kemenangan terbaik.” — Ali bin Abi Thalib.

Karena feeling good yang sebenarnya adalah ketika kamu berada dekat dengan-Nya.

Jangan mengatakan “insyaAllah” jika memang tak berinat untuk menepati. Jangan main-main dengan nama Allah.

“Maka sebagaimana hujan itu menghidupkan kampung yang mati (tandus), begitu pulalah ilmu-ilmu agama itu menghidupkan hati yang mati.” — Imam Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah.

Jangan memujiku terlalu baik dan jangan juga memandangku terlalu buruk.

“Betapa bodohnya manusia, dia menghancurkan masa kini sambil mengkhawatirkan masa depan. Tapi menangis di masa depan dengan mengingat masa lalunya.” — Ali bin Abi Thalib.

Tak perlu membenci kembali orang yang membenci diri kita.

Bersyukurlah dengan apa yang telah kita miliki dan bersabarlah atas apa yang belum kita raih.

Jangan hanya mempercantik diri. Tapi percantiklah juga adab dan ilmu yang harus kamu miliki, sebab itulah kecantikan yang abadi.

Jangan menjadi seseorang yang ketika kehilangan akan bersedih berlebihan dan ketika mendapatkan selalu merasa kekurangan.

Diamlah saat kamu sedang merasa marah. Diam sampai hatimu kembali tenang dan amarah pun akan hilang.

Jangan tergesa-gesa dalam berdoa, dan jangan berputus asa dalam berusaha. Bersabarlah.

Tenanglah, di balik setiap apa yang nyata selalu ada hikmah di dalamnya.

“Sesungguhnya orang-orang sebelum kalian melihat Al-Qur’an sebagai surat cinta dari Rabbnya; direnungi pada malam hari, diamalkan pada siang hari.” — Hasan Al-Bashri.

Jangan tebar banyak harapan dan jangan mudah memberi janji sembarangan.

Mari perbanyak bertaubat kepada Allah. Sebab kita manusia tak luput dari salah dan juga dosa.

Libatkan Allah dalam segala urusanmu. Sebab tanpa-Nya, kamu takkan mampu.

Air mata itu terasa asin, sebab ia adalah air garam bagi kehidupan.

Ingatlah akhir dari kehidupanmu nanti agar kesombongan tak bersarang di dalam hati.

Ingatlah bahwa Allah jauh lebih besar dari segalanya.

Mencintai itu saling menjaga. Bukan hanya saling memberi bahagia.

Leave A Reply

Your email address will not be published.