Take a fresh look at your lifestyle.

Pelan-Pelan Saja, Akhirnya Waktu Akan Mengajarkanmu Terbiasa Tanpanya

Namun Pada Akhirnya, Aku Sangat Yakin Bahwa yang Pergi Akan Tergantikan yang Lebih Baik Lagi Dari Tuhan.

Waktu Akan Mengajarkanmu Terbiasa Tanpanya via instagram.com @popyauliaa
0 200

Kamu dan aku pernah menjadi kita, melangkah seirama bahkan selalu saling peduli. Dahulu kita selalu bisa meredam ego masing-masing demi mempertahakan hubungan yang kita jalin ini. Banyak rintangan yang sudah kita lewati, mulai dari cintai tak direstui sehingga mendapat restu dari orang tua. Bahkan tak jarang, masalah orang ketiga sering membuat kita ingin mengakhiri hubungan kita.

Iya dahulu kita mampu menghadapinya bersama-sama, sehingga akhirnya kata menyerah pun mulai keluar dari bibir masing-masing. Mungkin rasa cinta kita sudah tak mampu membendung rasa ingin berpisah, meski kita tahu bahwa tak ada yang baik-baik saja dengan perpisahan. Namun pada akhirnya kita menyadari bahwa, Tuhan memisahkannya agar kamu tak terjebak dengan orang yang salah.

Untuk Kopi, Maaf Pahitmu Telah Kalah Oleh Kesepian Seseorang.

Dahulu kita sering menghabiskan malam bersama di penghujung weekend, menelusuri sudut kota dan mencari tempat ngopi yang syahdu. Karena bagi kita, setiap seruputan dari segelas kopi selalu memberikan rasa yang berbeda dan pengalaman yang nikmat. Kopi adalah bagian yang tak lepas dari kehidupan kita. Tapi itu hanya dahulu ketika kita masih bersama.

Tahukah kamu? Bahwa sesekali aku masih pergi ketempat kita bisa ngopi bersama. Di tempat yang sama dengan kopi yang sama pula, hanya saja kini hanya aku sendiri tanpa dirimu lagi. Rasa pahitnya kopi nyatanya telah kalah oleh rasa kesepianku. Namun satu hal yang pasti aku sadari, mungkin ada seseorang yang menyeut namamu di setiap penghujung sholatnya. Dia selalu menyebut namamu dengan pertanyaan bolehkah kutikung kamu di sepertiga malamku?

Cinta Adalah Secangkir Kopi yang Dinikmati Oleh Dua Orang yang Saling Meyakini.

Iya begitulah cinta, bagi sang penikmat kopi seperti kita. Cinta merupakan secangkir kopi yang dinikmati bersama dan saling meyakini. Sebenanrya aku tidak percaya sepenuhnya dengan kata cinta aku percaya kamu, karena kamu lebih dari sekedar kata kamu adalah jiwa. Tapi itu dahulu, sebelum kamu akhirnya memilih pergi dari kehidupanku.

Namun Pada Akhirnya, Aku Sangat Yakin Bahwa yang Pergi Akan Tergantikan yang Lebih Baik Lagi Dari Tuhan.

Pada akhirnya menerima semua keadaan dan keputusanmu adalah hal yang terbaik. Bukankah perpisahan selalu mengajarkan bahwa yang pergi akan tergantikan dengan yang lain. Dan aku harap, aku akan mendapatkan yang lebih baik dan cocok untukku. Begitu juga denganmu.

Kini biarlah kupasrahkan semuanya kepada sang pencipta dan selalu memohon kepadanya. Supaya kelak aku akan merasakan bahagia dengan orang yang selalu kusayang, menikmati hidup bahagia sehingga maut memisahkan.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page