Take a fresh look at your lifestyle.

Tulus Itu, Selagi Bersama Diperjuangkan dan Tak Jodoh di Ikhlaskan

Tulus Itu Kadang Memang Butuh Waktu, Namun Saat Kamu Mau Belajar Menerima Dan Memaafkan. Tuhan Pasti Beri Jawaban Lebih Indah Untuk Keikhlasanmu.

Bila Bukan Jodoh
0 40

Ketika menjalin sebuah hubungan, hal pertama yang harus kamu sadari bahwa suatu hari nanti, pasti ada perpisahan yang terjadi diantara kalian berdua. Entah, dipisahkan oleh takdir kematian, orang ketiga, restu orang tua ataupun hal lainnya. Ini penting disadari, baik bagi kamu yang masih pacaran, pendekatan ataupun telah menikah sekalipun.

Sehingga, kamu harus benar-benar menjaga hatimu dan dirimu agar tidak terluka terlalu dalam. Bahagiakan dirimu, cintailah kamu sepenuh hati dan lakukan apa yang menurutmu terbaik. Selanjutnya, baru cintailah pasanganmu sepenuh hati, dengan wajar, tulus dan apa adanya. Perjuangkan dan bangun hubungan dengan selayaknya dan seharusnya. Sehingga, saat perpisahan itu hadir, kamu bisa melepaskan dia seutuhnya.

Tulus Itu, Saat Bersama Kamu Berusaha Untuk Membahagiakan dan Memperjuangkan Dia. Bukan Karena Dia Memberikan Keuntungan Padamu. Tapi, Karena Kamu Mencintainya

Saat kamu melihatnya pertama kali, lalu entah bagaimana rasa suka dan cinta itu terbit di hatimu. Maka, hal pertama yang kamu pikirkan, adalah bagaimana cara membahagiakan dia dan membuatnya tahu bahwa kamu mencintainya.

Tentu saja, kamu akan memperjuangkan, membahagiakan dan berusaha menjadi yang terbaik untuk dirinya, agar dia menerimamu dan menjalin hubungan denganmu. Hingga Tuhan memberikan kesempatan itu dan dia mempercayakan hatinya untuk dititipkan padamu.

Maka saat itu, saat kebersamaan itu, cintailah dia, perjuangkan dia dan bahagiakan pula dirinya, tanpa melihat untung dan rugi saat bersamanya. Kamu tulus, sebab hanya ingin membuatnya bahagia dan selalu tersenyum saat bersamamu. Kamu tulus sebab kebahagiaannya telah menjadi kebahagiaanmu dan sedihnya menjadi sedihmu.

Tulus Itu, Saat Kamu Tak Pernah Meminta Ganti Atas Kebahagiaan Yang Kamu Berikan. Kamu Mencintainya Sebab Kamu percaya, Tuhan Memberikan Kesempatan Bersamanya Untuk Membuat Dirimu Menjadi Lebih Baik

Soal masa depan, kamu pasrahkan sepenuhnya pada Tuhanmu. Soal, dia akan menjadi akhir dari pencarian ataupun tidak, kamu berusaha untuk berbesar hati untuk menerima apapun hasil keputusan itu nanti.

Kamu hanya ingin berusaha, berjuang dan mencintainya sepenuh hatimu, sebab kesempatan itu masih ada dihadapanmu. Kamu ingin mencoba mengenalnya, menerima dia apa adanya, dan menjalin hubungan bersama, namun tetap memasrahkan hasilnya pada sang pemilik kehidupan.

Sebab, kamu tahu pertemuan dengan dia adalah salah satu yang istimewa di hatimu. Pertemuan dengan dia, meski diakhiri dengan luka sekalipun, akan menjadikanmu pribadi yang lebih baik daripada sebelumnya. Kamu percaya, bahwa tidak ada pertemuan yang sia-sia, saat Tuhan yang menakdirkannya.

Sehingga, kamu menunjukkan perjuanganmu dengan setulusnya pengorbanan, kamu tak memaksanya untuk membalasmu, untuk menghargai hadirmu, bahkan untuk tetap berada di sisimu, jika memang dia tak mau. Kamu mencintainya, karena memang kamu mencintainya, bukan karena landasan apapun yang mendasari rasa itu.

Tulus Itu, Saat Ternyata Perpisahan Itu Hadir, Saat Dia Bukan Menjadi Pelabuhan Terbaik Tempatmu Berpijak Hingga Akhir. Kamu Melepasnya dengan Ikhlas Sepenuh Hatimu

Ada ungkapan yang berbunyi “keikhlasan tertinggi adalah saat kamu bisa melepaskan orang yang kamu cintai seikhlas hatimu pada orang lain, yang dia percaya lebih mampu membahagiakannya”

Dan ungkapan itu nyatanya memang benar. Tak mudah untuk benar benar tulus dan ikhlas melepaskan, apalagi saat kamu hitung-hitungan untung dan rugi dalam berjuang. Tak mudah untuk membiarkannya pergi, saat cinta itu sudah berubah menjadi obsesi untuk memiliki. Tak mudah untuk ikhlas, hingga rasa benci itu membuatmu ingin melihatnya menderita dan tak bahagia.

Semua itu membuktikan, bahwa kamu belum benar-benar tulus dalam mencintai dan memperjuangkannya. Kamu kalah pada rasa luka dan kecewa yang hadir di hatimu. Lalu, membuatmu buta pada takdir terbaik yang Tuhan putuskan. Namun, percayalah, kamu pasti mampu untuk melepaskan dia suatu hari nanti. Sebab kamu sadar, bahwa dia memang bukan tempat terakhir, juga tempat terbaik untuk melabuhkan hatimu sampai akhir

Tulus Itu Kadang Memang Butuh Waktu, Namun Saat Kamu Mau Belajar Menerima Dan Memaafkan. Tuhan Pasti Beri Jawaban Lebih Indah Untuk Keikhlasanmu.

Tak mengapa, tak perlu merasa takut dan khawatir. Wajar jika karena benci itu hadir, seiring dengan luka yang kamu terima. Wajar, jika kamu tak mungkin bisa langsung melepaskannya dengan tulus, saat kalian sudah banyak melewati waktu dan perjuangan berdua

Tenangkan hatimu, bangkitlah lalu mulai belajar untuk menerima dan memaafkan. Percayalah, bersama dengan waktu kamu akan tersembuhkan. Bersama dengan waktu kamu pasti bisa melepaskan dia seutuhnya dan tanpa kamu sadari, kamu telah tulus memaafkan, juga bahagia dengan hidupmu sendiri. Sebab, kamu memang tulus mencintainya, hanya ingin melihatnya bahagia baik bersamamu ataupun bukan dan sadar, bahwa itu memang menjadi jalan terbaik untuk kalian berdua.

Leave A Reply

Your email address will not be published.