Take a fresh look at your lifestyle.

Cinta Tulus, Kamu Tetap Berusaha Membahagiakanya, Meski Tak Harus Memilikinya

Katanya Cinta Tak Harus Memiliki, Karena Soal Milik Itu Tuhan Yang Menentukan Sedang Manusia Hanya Bisa Menjalankan dan Mencintai

Jangan sepelakan jomblo via instagram.com @silviakotna
0 269

Saat kamu masih menimbang untung dan rugi dalam hubunganmu, saat kamu terlalu focus pada obsesi untuk memiliki dan over posesif dengan kecemburuan yang tak wajar, maka cintamu masih belum mencapai tahap ketulusan yang sebenarnya. Kamu masih minta balasan sesuai dengan apa yang kamu berikan, bahkan terkadang kamu memaksa untuk itu.

Padahal ketulusan adalah ketika kamu bahagia melihat orang yang kamu sayang bahagia, meskipun dia tak tau bahwa kebahagiaan itu darimu atau saat kamu tidak memilikinya. Melihat orang yang kamu kasihi tetap tersenyum saat bersamamu atau tidak, tetap bangga kepadamu dimanapun dia berada, tanpa kamu mintai balasan yang sama.

Itulah arti ketulusan dan keikhlasan yang sebenarnya. Kamu tidak bodoh, atau membiarkan dirimu terluka, tapi karena bahagiamu adalah bahagia orang yang kamu sayang. Jadi cintailah pasangamu dengan tulus, sebelum kamu menyesal karena kehilangan.

Katanya Cinta Tak Harus Memiliki, Karena Soal Milik Itu Tuhan Yang Menentukan Sedang Manusia Hanya Bisa Menjalankan dan Mencintai

Seperti menikah itu nasib, mencintai itu takdir, kamu tidak bisa memilih menikahi siapa tapi bisa menentukan cintamu untuk siapa. Sering, sebelum bertemu dengan jodoh yang sebenarnya kita diberikan perasaan cinta dan sayang yang luar biasa pada seseorang, sehingga keinginan untuk bersamanya pun sangat besar.

Namun, ternyata cinta dan sayang luar biasa pun tak bisa menjamin kamu akan memiliki dia yang kamu perjuangkan. Pengorbanan dan perjuanganmu tak pernah menjamin bahwa dia akan selalu berada di sisimu. Karena memang jodoh adalah hak Tuhan dan hanya Tuhan yang bisa menentukannya.

Oleh sebab itu kamu diajarkan dengan kata ikhlas dan sabar. Saat ternyata orang yang kamu perjuangkan, cintai sepenuh hati dan diharapkan menjadi masa depanmu pergi. Mau tidak mau, kamu harus merelakannya. Apalagi bagi yang sebenar benarnya cinta, dia tetap berusaha untuk ikhlas, asal tahu bahwa seseorang yang pernah dicintainya mendapatkan jodoh yang baik.

Meskipun Tak Bisa Memiliki, Kamu Tetap Bisa Membahagiakannya Dengan Menunjukkan Bahwa Kamu Tetap Bisa Bahagia dan Baik Baik Saja Tanpanya

Tulus mencintai dia, meskipun tak bisa memilikinya, bukan dengan galau akan kepergiannya, tak bisa move on darinya atau terus mengharapkannya. Justru cara terbaik kamu membahagiakan orang yang kamu sayang, adalah dengan menjadikan dirimu sendiri bahagia.

Mulai menempuh hidup baru yang lebih baik dan menunjukkan bahwa tanpanya kamu baik baik saja. Karena kamu mencintainya dengan jalan yang wajar dan bisa merelakan dirinya seutuhnya. Kamu tahu dia berhak bahagia dengan pilihannya dan kamupun tetap bahagia dengan pilihan terbaik selanjutnya.

Apalagi Tuhan Maha Membolak Balikkan Hati, Saat Kamu Sudah Menunjukkan Ketulusanmu Dan Merelakan Dia Pergi, Maka Hatimu Pun Akan Dilepaskan Dari Rasa Cinta Kepadanya

Percayalah bahwa Tuhan yang Maha Membolak balikkan hati manusia, kamu sudah sebaik mungkin menjaganya saat bersamamu, dan bila akhirnya dia bukan milikmu, itu adalah  cara Tuhan menunjukkan bahwa ada yang lebih baik, yang lebih bisa menjaga hatimu. Sehingga saat dia pergi, cukup relakan seutuhnya, sembuhkanlah segala luka dan kecewa yang kamu rasa dengan  membahagiakan dirimu sendiri.

Dan saat kamu sudah ikhlas, rela dan pasrah, maka Tuhanpun tidak akan membiarkanmu terluka terlalu lama. Tuhan akan mengirim yang terbaik sebagai penyembuh juga akhir dari pencarianmu. Percayalah, yang ikhlas jangan disia-siakan, jangan pula dinomorduakan. Karena kelak yang meninggalkanmu akan menyesal dan kamu juga mendapatkan pengganti jauh lebih baik.

Jadi Mari Sama Sama Intropeksi Diri, Sudah Tuluskah Kamu Menjalin Hubungan, Atau Sekedar Obsesi Untuk Memiliki Dirinya Semata?

Tuhan mempertemukan kamu dengan seseorang tak selalu berarti bahwa dia adalah jodoh yang kamu cari, namun agar kamu bisa  mengambil hikmah dari setiap pertemuan yang Tuhan rencanakan. Ketika Tuhan menitipkan hati dan cinta untuk kamu jaga sebaik mungkin, maka cintailah sewajarnya, perjuangkan selayaknya cinta itu dengan menerima kurang dan lebih pasangan, menghargai dirinya dan berusaha untuk menjadi yang terbaik dalam hidupnya.

Dan saat Tuhan mengambilnya kembali, baik lewat perpisahan atau kematian, maka relakanlah seutuhnya. Begitulah ketulusan yang mampu kamu persembahkan untuk menunjukkan rasa cintamu padanya. Toh, masalah balas membalas sudah ada Allah yang Maha Adil, masalah sakit hati, kamu pasti bisa dan mampu untuk menyembuhkannya dengan cinta yang Tuhanmu berikan.

Jadi bedakan antara tulus dan obsesi untuk memilikinya semata. Karena percayalah, saat cintamu hanya kamuflase saat obsesi untuk memilikinya begitu menggebu. Begitu dia menjadi milikmu, tak ada keistimewaan yang kamu rasakan, mungkin hanya kepuasaan sementara saja. Dan dia pun tidak akan semenantang dulu seperti saat kamu berusaha mengejarnya dengan menghalalkan berbagai cara.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page