Take a fresh look at your lifestyle.

4 Tanda Temanmu Hanya Ingin Curhat Tanpa Ingin Mendengarkan Solusi Darimu

Teman Yang Jika Kamu Curhat Masalahmu, Dia Justru Akan Membandingkan Dengan Hidupnya Dan Mendominasi Percakapan

Terimalah Pasanganmu Apa Adanya
0 31

Tak semua orang yang curhat itu mau menerima solusi dari kamu lho. Ada yang curhat hanya untuk membandingkan kisah hidupnya, ada pula yang curhat hanya untuk mengeluhkan segala hal dan mencoba mencari kelegaan hati. Dan ada pula, yang curhat untuk mencari solusi untuk masalahnya.

Sehingga, saat kamu mendapatkan temanmu ingin curhat sama kamu. lebih baik untuk menyadari terlebih dahulu, tujuan temanmu mengeluhkan kisah hidupnya seperti itu. Hal ini akan membantu untuk tahu, bagaimana cara yang tepat untuk menanggapi saat dia mulai bercerita.

Apakah kamu cukup diam saja sembari menjadi pendengar yang baik, apakah kamu perlu memberi nasehat dan mengingatkan. Apakah kamu harus ikut campur untuk menolong temanmu itu?

Nah, untuk sedikit membantu, coba kenali dulu tanda temanmu ingin curhat saja tanpa berharap solusi di bawah ini.

1. Teman Yang Cuma Sekedar Ingin Curhat Saja, Akan Sembarangan Memilih Teman Curhat

Tak ada angin atau hujan, tiba-tiba temanmu datang, ngobrol sebentar, eh tiba-tiba dia curhat masalah hidupnya. Padahal kamu sama sekali tak memulai pembicaraan ke arah situ sama sekali. Nah, untuk tipe teman yang seperti ini, dia memang suka sekali mendominasi percakapan dan mengeluhkan hidupnya pada siapa saja.

Dia cenderung tidak pilih-pilih teman curhat. Orang yang dirasa membuatnya nyaman dalam percakapan, itu sudah cukup sebagai kualifikasinya. Sehingga, jika kamu bertemu teman yang seperti ini, tak masalah untuk diam saja dan hanya memposisikan sebagai pendengar yang baik.

Percayalah, memberikan nasehat padanya, mungkin hanya didengarkan saja tanpa dilakukan. Sebab, dia juga akan melakukan hal yang sama pada orang lain. Jika seandainya dia butuh solusi, seharusnya dia memilih curhat pada orang yang lebih tepat.

2. Teman Yang Jika Kamu Curhat Masalahmu, Dia Justru Akan Membandingkan Dengan Hidupnya Dan Mendominasi Percakapan

Jelas untuk teman seperti ini, dia bukan tipikal pendengar yang baik. Sebab, saat kamu curhat soal masalahmu, justru dia akan cenderung membandingkan masalahmu itu dengan masalah dalam hidupnya. Bahkan, mendominasi percakapan dengan curhat balik. Loh, ini sebenarnya yang mau curhat siapa, sih?

Nah, untuk teman yang seperti ini, memang cenderung tak begitu asyik jika diajak untuk curhat bersama. Malah, kamu yang harus mengkondisikan sebagai pendengar yang baik dan tidak perlu repot-repot memberikan solusi untuk masalah hidupnya. Sama seperti poin pertama, teman seperti ini, juga akan berlaku sama pada teman lainnya.

3. Teman Yang Justru Menjauhimu, Setelah Kamu Memberikan Nasehat dan Mencoba Mengingatkan. Meski Hal Itu Benar dan Baik Menurutmu

Jelas sih, jika setelah curhat denganmu  dan kamu coba beri tanggapan atau solusi, serta nasehat, meski itu bermaksud baik. Saat dia justru menjauhimu atau bersikap tidak biasa padamu. Itu tandanya, dia tidak menyukai nasehat yang kamu berikan.

Nah, kamu bisa menilai, bahwa ternyata teman kamu itu hanya ingin berbagi cerita saja, tanpa mengharapkan solusi. Saat nanti, hubungan kalian telah membaik, dan dia mau berbagi lagi denganmu. Tak perlu lagi memberikan nasehat yang panjang kali lebar. Lebih banyak dengarkan, beri dukungan moril, atau coba bantu dia secara intern untuk menyadari bahwa hidup ini berharga.

4. Teman yang Sering Sekali Curhat Di Media Sosial

Salah satu tanda lain, teman kamu memang suka curhat, tanpa mengharapkan solusi, juga bisa dilihat dari kebiasaannya curhat di media sosial. Jika dia suka sekali mengungkapkan perasaan dan mengeluhkan masalah hidupnya di sosmed. Saat dia curhat padamu, soal masalah yang sama. Percayalah, dia sama sekali tak butuh solusi atau nasehat darimu.

Mungkin, hal itu dia lakukan, sebagai cara eksistensi diri atau untuk melegakan perasaannya saja. Sehingga, jika kamu adalah teman yang benar benar baik untuknya, kamu tidak perlu repot untuk memberikan nasehat. Cukup alihkan saja, perhatiannya pada hal lain yang lebih positif, ajaklah dia jalan-jalan untuk melepaskan kepenatan hidup.

***

Intinya masalah dan sifat orang itu beda-beda. Kita tidak bisa mengukur masalah orang lain, dengan masalah yang kita miliki. Sehingga, kadang cukup menjadi pendengar yang baik adalah solusi dan bukti pertemanan yang sehat. Kamu tak perlu men-push temanmu dengan nasehat yang kamu berikan.

Sebab, kamu pula tak tahu kondisi yang sebenarnya dari dirinya. Apalagi, kita tak pernah tahu tujuannya dalam mencurhatkan sesuatu, bisa jadi itu salah satu caranya untuk melegakan diri dan perasaan atau ingin mendapatkan perhatian. Meski itu memang itu tak baik jika terus berlanjut.

Leave A Reply

Your email address will not be published.