Take a fresh look at your lifestyle.

Merasa Sudah Siap Untuk Menikah? Coba Pastikan 5 Hal Ini Terlebih Dahulu

Ada banyak hal yang harus kamu persiapkan. Namun, jika sudah merasa yakin dan siap, coba pastikan 5 hal ini terlebih dahulu

Menikah Itu Mudah
0 43

“Karena menikah bukan hanya soal usia”

Ingin menikah itu berbeda dengan siap menikah. Karena, jika kamu hanya ingin menikah tanpa mempersiapkan diri, maka bisa jadi perjalanan pernikahan kamu akan sulit, penuh drama sampai menemui kegagalan.

Karena menikah itu bukan hanya soal usia yang matang, hidup berdua dengan seseorang, punya anak dan hidup bahagia selamanya. Jika pikiranmu soal pernikahan hanya sebatas itu, apalagi berpikir bisa menggantungkan hidup sepenuhnya pada orang lain (pasangan), tandanya kamu masih belum siap menikah maupun menghadapi masalah dalam pernikahan.

Ada banyak hal yang harus kamu persiapkan. Namun, jika sudah merasa yakin dan siap, coba pastikan 5 hal ini terlebih dahulu. Setidaknya jika kamu sungguh sudah mempersiapkan 5 hal ini, kamu bisa lebih yakin untuk memasuki gerbang pernikahan dengan pasangan.

1. Mandiri Secara Finansial

Mandiri secara finansial bukan berarti kamu harus sudah mapan dengan punya pekerjaan atau usaha yang bagus. Maksunya  kamu tidak lagi bergantung pada siapapun soal masalah finansial kamu. Berapapun pendapatan yang kamu punya, setidaknya itu cukup untuk hidupmu sendiri dan syukur bisa menabung untuk masa depan yang lebih baik.

Nah, lebih bagus lagi jika kamu sudah memikirkan masalah finansial itu dengan pasangan. Jika memang secara pendapatan hanya cukup untuk dirimu sendiri. Maka jangan larang pasangan untuk bekerja dan membantu.

Dengan catatan, kamu sendiri tidak mengandalkan pasangan dalam segala hal. Kamu dan pasangan bisa menjalani rumah tangga dengan system saling bekerja sama, yaitu tidak ada yang saling membebankan serta berusaha untuk membantu satu sama lain baik pekerjaan di dalam rumah atau di luar rumah.

Jika kamu yakin pendapatanmu cukup untuk kebutuhan rumah tangga, pasangan dan anak-anak. Barulah kamu bisa menjalani rumah tangga konvensional. Dimana urusan nafkah dan luar rumah sepenuhnya jadi tanggung jawabmu dan urusan dalam rumah menjadi tanggung jawab pasanganmu. Tapi, dalam urusan membesarkan dan merawat anak-anak tetap jadi tanggung jawab kalian berdua.

2. Mencintai Diri Sendiri dan Tidak Mengandalkan Kebahagiaan Dari Orang Lain

Jika tipikal orang yang sangat mengandalkan orang lain, tidak punya kepercayaan diri dan selalu menggantungkan hidup dari bantuan seseorang, termasuk untuk bahagia. Lebih baik pikirkan ulang untuk menikah.

Karena jika kamu saja, masih sulit mencintai dan membahagiakan diri sendiri, maka kamu pun akan sulit untuk mencintai dan meraih kebahagiaan dalam rumah tangga.

Perasaan egois, perasaan ingin dituruti dan diutamakan oleh pasangan, akan membuat rumah tangga kamu akan penuh drama serta pertengkaran. Apalagi, jika kamu tidak siap pada peran dan tanggung jawab setelah menikah, yang harus kamu emban. Maka, pasanganmu akan sulit menerima sampai menganggap kamu tidak serius dalam menjalani hubungan kalian.

Ingat! Meski pernikahan itu bertujuan untuk bahagia dengan pasangan dan keluarga. Namun, dalam prosesnya, akan ada banyak ujian dan cobaan yang menerpa.

3. Sudah Tidak Terjebak Dengan Masa Lalu

Sudah siap menikah? Yakin kamu sudah bisa melepaskan diri, move on dan merelakan sepenuhnya segala benci, rindu, dan harapan dari masa lalumu. Karena jika kamu masih terjebak dengan hubungan masa lalu, maka akan sulit untuk menerima pasanganmu yang sekarang apa adanya. Ada perasaan membandingkan, kurang bersyukur, bahkan perselingkuhan sangat mungkin terjadi.

Syukur, jika kamu mendapatkan pasangan baik yang tetap mau mendampingi dan membimbing kamu lepas sepenuhnya dari masa lalu. Namun, jika tidak kamu bisa saja ditinggalkan sendiri lagi penuh dengan penyesalan, karena dia merasa hanya kamu jadikan pelampiasan dan pelarian.

5. Sadar dan Siap Menjaga Komitmen Seumur Hidup

Jika kamu sungguh sudah siap menikah, siap bertanggung jawab, membahagiakan dan berjuang dengan tulus untuk seseorang. maka kamu juga harus siap untuk mengemban komitmen seumur hidupmu. Selalu setia, bisa menjaga kepercayaan, berusaha untuk mempertahankan dan memperjuangkan hubungan supaya tetap sehat dan langgeng.

Oleh sebab itu, saat sudah menikah bukan lagi ego atau kepentingan diri sendiri yang kamu utamakan. Bukan lagi keinginan tidak puas pada pasangan yang kamu keluhkan. Namun, usaha untuk memperbaiki segala yang kurang dengan saling melengkapi serta menerima satu sama lain.

Nah, buat kamu yang masih sulit setia dan masih ingin bebas tanpa ada kekangan komitmen. Jangan menikah dulu.

6. Cukup Bijak dan Dewasa Dalam Menyelesaikan Masalah

Kamu bukan lagi anak kecil yang hanya bisa merajuk, ngambek atau mogok makan saat ada masalah yang menimpa dirimu atau hubunganmu kelak. Kamu juga bukan orang yang selalu menyelesaikan masalah dengan kekerasan dan memaksa orang lain untuk menuruti keinginanmu. Jika kamu masih seperti itu, tandanya kamu belum siap untuk menikah.

Pastikan jika setidaknya kamu sudah cukup bijak dan dewasa dalam menyelesaikan segala masalahmu sendiri. Tanpa drama dan tidak berlarut-larut.

Karena dalam rumah tangga nantinya, akan ada banyak sekali ujian dan masalah yang menghampiri. Dan bagaimana kamu menyelesaikan masalah itu, akan sangat berpengaruh pada kelangsungan juga kebahagiaan rumah tanggamu kelak.

Leave A Reply

Your email address will not be published.