Take a fresh look at your lifestyle.

5 Sikap Yang Membuat Pasangan Ragu Membawamu Ke Jenjang Pernikahan, Lebih Baik Hindari

Nah, buat kamu yang masih masa pendekatan, lebih baik hindari 5 sikap ini

Jangan TakuT Menikah
0 93

Ketika menjalin suatu hubungan pendekatan, baik itu dengan pacaran atau ta’arufan. Kamu dan pasangan saling mengenal satu sama lain. Selain itu juga menyamakan visi misi dan berusaha untuk menerima kelebihan juga kekurangan, sebelum melangkah lebih jauh ke tahap yang lebih serius atau jenjang pernikahan.

Karena itu, wajar sekali, saat masih pendekatan, banyak yang sebisa mungkin tidak memperlihatkan kekurangan atau sisi buruknya. Supaya hubungan langgeng sampai pernikahan yang diidamkan. Nah, buat kamu yang masih masa pendekatan, lebih baik hindari 5 sikap ini.

Lebih baik lagi, jika saat bersamanya (meski baru penjajakan) kamu berusaha untuk menjadi lebih baik dan memperbaiki diri. Jadi hubungan yang kalian jalani benar-benar nyata dan membahagiakan, baik masih pendekatan ataupun setelah menikah kelak.

1. Kurang Keakraban dan Kenyamanan Secara Emosional

Pentingnya membangun kenyamanan secara emosional bukan hanya setelah menikah. Semenjak masa pendekatan kamu sudah harus berusaha membangun keakraban dengan pasanganmu. Sebab, kenyamanan yang dia dapatkan darimu, begitupun sebaliknya adalah penentu keputusan untuk melanjutkan hubungan itu atau tidak.

Kamu bisa mencoba membangun kenyamanan itu dengan selalu berusaha nyambung saat kalian berkomunikasi, memberikan perhatian dan kabar, antusias setiap kali kalian keluar atau mengobrol bersama, jangan menjudge atau menghakimi dirinya, selalu ada untuknya kapanpun dia membutuhkan, dan pastikan untuk membuat dia selalu tersenyum juga bahagia saat bersamamu.

Kenyamanan-kenyamanan seperti itu, justru lebih penting daripada hubungan intim atau seksual. Sebab, tidak mudah didapatkan saat bersama orang lain yang tidak cocok atau sefrekuensi.

2. Jangan Sampai Abai Atau Tidak Menghargai Pasangan

Kata orang “jangan menjalin hubungan dengan orang yang hanya membutuhkanmu, tapi tidak bisa menghargai dirimu”. Sikap kamu yang tidak bisa menghargainya, abai dan terlalu cuek saat masih pendekatan, akan membuat dia ragu untuk melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan. Apalagi, jika sampai tidak memberi kabar, tiba-tiba menghilang atau tidak adanya kepastian dalam hubungan.

Tentu saja, pasanganmu semakin khawatir sikap-sikap seperti itu akan jadi lebih parah ketika kalian sudah menikah nanti. Dia tidak yakin bersamamu akan bahagia, apalagi jika sejak pendekatan saja kamu sudah sulit menghargai dirinya.

3. Tidak Bisa Jadi Dewasa

Semua orang tahu, kalau menikah itu bukanlah hal yang main-main. Kamu atau siapapun ingin menikah hanya seumur hidup sekali dan tidak berharap akan menyesalinya nanti. Karena itu, saat masih pendekatan, kamu berharap bisa mendapatkan pasangan yang sudah cukup dewasa, pengertian, mau menerima kamu apa adanya dan bertanggung jawab. Hal itupun juga diharapkan oleh dia yang akan menjadi pasanganmu kelak.

Karenanya, meski boleh saja, kamu bermanja, cengeng, suka cemburu, dan ngambekkan. Jangan terlalu berlebihan, sampai akhirnya dia menganggap kamu tidak bisa jadi dewasa. Sebab hal itu bisa membuat dia tidak yakin kamu serius dan siap menjalin hubungan yang lebih serius dengan dirinya.

4. Sering Gagal Mengontrol Emosi Di Depannya

Jika selama pendekatan saja, kamu tidak bisa mengontrol emosi, suka marah-marah, berbicara kasar, merusak barang hingga melakukan kekerasan fisik atau verbal. Tentu saja pasangan akan memilih mundur untuk meneruskan hubungan denganmu, kecuali jika mode bucinnya akut sehingga dia tetap yakin kamu akan berubah setelah menikah nanti.

Namun, kebanyakan, hubungan yang toxic pasti akan sulit untuk sampai ke jenjang pernikahan. Karena bagaimanapun, semua orang ingin menjalin hubungan yang bahagia lahir dan batin. Bukan dijadikan samsak hidup oleh pasangannya sendiri.

5. Tidak Mempunyai Visi dan Tujuan Yang Sama

Hal terakhir ini sangatlah penting. Jika memang visi dan tujuan kalian di masa depan tidak bisa sepakat atau saling bertentangan. Lebih baik melepaskan hubungan segera. Daripada nanti, kamu sering kecewa jika memaksakan untuk tetap lanjut.

Misalnya saja, pasanganmu punya keinginan untuk membawa pernikahan seperti ini dan itu. kamu tidak menyetujuinya, bahkan merasa keinginannya itu melanggar prinsip hidupmu.

Namun jika selama kamu masih mentolerir, bisa saja kamu menerimanya dan menuruti pasangan. Hanya jangan sampai di awal kamu sudah sepakat, tapi setelah menikah kamu mempermasalahkannya. Tentu saja, itu akan membuat pasangan kecewa dan pernikahan terancam bubar.

Oleh sebab itu, jangan langsung mengiyakan segala keinginan pasangan saat masih penjajakan. Coba pikirkan dulu dengan matang. Namun, jika kebersamaan dengan dirinya jauh lebih penting daripada segalanya, kamu bisa tetap menuruti dan lebih bersabar saat menghadapi dirinya kelak.

Leave A Reply

Your email address will not be published.