Take a fresh look at your lifestyle.

Karena Pamer Kemesraan, Ternyata Bisa Mengundang Orang Ketiga

pelakor yang menggaet suami suami yang terlihat baik dan mapan, karena tidak ingin hidup susah payah, terlebih dahulu

Jika dia benar sayang via instagram.com @romeophotography_inst
0 232

Ada banyak hal negatif yang didapatkan dari pamer kemesraan, meskipun sudah halal dan syah, baik di publik atau di media social. Salah satunya adalah mengundang perasaan iri dan dengki dari orang lain, atau bahkan orang ketiga yang berniat merusak hubungan rumah tangga.

Hal ini fakta dan bisa terjadi pada siapa saja, sering mengumbar kemesraan dan kebahagiaan, bisa menimbulkan sifat iri dan dengki dari siapa saja yang memandangnya. Doa buruk agar berpisahpun mulai terucap, bahkan ada pula yang terang terangan menawarkan diri atau berusaha merebut pasangan karena dalam hatinya ingin memiliki pasangan seperti yang dia irikan.

Ada sebuah cerita dari seorang teman social media bagaimana dia mendapati perempuan lain, akhwat yang terlihat sholehah dan cukup paham agama, mengirimkan pesan lewat social media ke akun suaminya menawarkan diri tanpa rasa malu bahkan nekad untuk menjadi istri kedua suami. Hal ini tentu saja membuat istri syok dan kaget. Siapa wanita tersebut dan bagaimana mungkin hal itu bisa terjadi.

Akhirnya setelah ditelusuri lebih jauh, wanita atau akhwat itu menyampaikan bahwa dia sering merasa baper, saat melihat kemesraan suami istri itu di pasar juga di akun social media.

Dia juga ingin mendapatkan suami yang baik seperti itu, yang terlihat peduli dan sayang pada keluarga dan istrinya. Namun dengan cara instan, menggaet laki laki yang terlihat baik di matanya dengan langsung menawarkan diri pada suami tersebut.

Hal ini tentunya menjadi suatu kewaspadaan bagi setiap istri, ternyata ada segelintir wanita di luar sana, yang bisa dan mudahnya menawarkan dirinya pada pria beristri, karena rasa baper, kagum atau mungkin obsesi untuk memiliki yang tidak wajar. Hingga lupa kedudukan dan harkat serta martabat diri seorang perempuan yang patut dijaga. Selain itu, kehilangan nuraninya, bahwa apa yang dia perbuat sama saja sedang berusaha menyakiti wanita lainnya, bahkan seorang ibu dan anak anaknya.

Di sisi lain..

Memang sering tersiar kabar, bahwa banyak pelakor yang menggaet suami suami yang terlihat baik dan mapan, karena tidak ingin hidup susah payah, terlebih dahulu. Saat seorang wanita melihat seorang laki laki yang mapan, kaya dan idaman memperlakukan istrinya dengan baik, banyak muncul perasaan iri hingga berharap untuk memiliki laki laki seperti itu juga, sebagai pendamping hidupnya.

Oleh sebab itu, lebih baik untuk tidak terlalu mengumbar kemesraan di public apalagi social media, untuk menghindari penyakit ain, yaitu penyakit iri dan dengki dengan kebahagiaan orang lain. Kita mungkin awalnya tidak ada yang berpikiran seperti itu, namun bukankah lebih baik mencegah daripada menyesal kemudian. Toh, jika berbahagia dengan pasangan lebih baik, banyak tunjukkan dengan meningkatkan kualitas berdua bersama, tanpa perlu terlalu mengumbarnya.

Hal ini penting pula di garis bawahi untuk setiap suami, tetap terbukalah dan selalu jaga komunikasi kepada istrimu. Agar istri pun tidak salah paham dan berpraduga yang aneh aneh. Cerita diatas pun menunjukkan bagaimana suami istri yang selalu terbuka dalam setiap hubungan. Beruntung, istri mengecek handphone dan media social suami, dan mengetahui ternyata ada perempuan lain yang secara langsung menawarkan diri pada suami untuk jadi istri kedua. Dan istripun bisa segera mencegah dan melakukan tindakan terbaiknya.

Selebihnya, suamipun juga harus bisa menjaga amanah dengan setia kepada istri. Jangan cuma menyenangkan istri dengan menunjukkan kasih sayang dan keromantisan, namun terpenting, setialah dengan istrimu dan jagalah hatinya agar tidak terluka dan kecewa.

Sebagai tambahan pula, sebenarnya dalamm islam boleh seorang perempuan menawarkan diri pada laki laki shaleh, baik single maupun beristri, namun lewat jalur yang benar dan beradab tanpa memaksakan. Karena dulu pernah ada wanita yang menawarkan diri kepada Rasulullah. Namun, Rasululloh menjawabnya dengan ‘diam’ dan menjodohkan wanita tersebut dengan sahabatNya. Rasululloh tidak menyumpahi atau melabeli wanita tersebut dengan sebutan pelakor/murahan. Rosululloh hanya tidak tertarik atau merasa bukan jodohnya. Wallahu alam. Kisah tersebut ada dalam hadits Shahih dan terjadi saat Rosululloh berkumpul bersama dengan para sahabatNya.

Namun, kembali lagi keimanan Rosululloh dan para istrinya tidak akan bisa tertandingi. Maka, untuk para wanita, jangan sampai bermudah mudahan menawarkan diri pada suami orang untuk berpoligami awalnya. Karena poligami butuh kesiapan mental, ilmu dan pasti iman. Bukan sekedar kagum, atau suka, apalagi sampai terobsesi, jatuhnya malah ke nafsu. Ingat juga bahwa poligami itu berat, jangan sampai malah membuat rumah tangga orang lain hancur dan berantakan karena istri dan anak anak terluka.

Untuk para wanita yang masih menanti jodoh terbaik, berdoalah, saat kamu bertemu pasangan yang romantis, semoga jodohmu bisa sebaik itu. Dan kehidupan rumah tanggamu bisa indah tanpa ada hati yang tersakiti.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page