Take a fresh look at your lifestyle.

Faktanya, Pacaran Cukup Bermodalkan Cinta, Tapi Rumah Tangga Juga Butuh Harta

Faktanya, Banyak Pernikahan Kandas Karena Perkara Harta dan Ekonomi. Jadi Gak Ada yang Bisa Hidup Hanya Bermodalkan Cinta Saja. Paham kan Mas?

Menikah Itu Butuh Harta dan Tanggungjawab via instagram.com @azharajay
0 209

Bukan materialistis tapi realistis, boys. Saat seseorang yang kamu suka ternyata menolak lamaranmu karena masalah harta atau pendapatan. Bagaimanapun, hubungan yang serius seperti pernikahan, bukan perkara main main seperti pacaran semata. Wajar, jika sebagai wanita mereka berusaha memilih suami dan lelaki terbaik, yang tidak hanya bermodalkan cinta, namun tanggung jawab dan kerja keras untuk memenuhi segala kebutuhan rumah tangga nantinya. Apalagi, jika ditambah kehadiran buah hati yang juga butuh biaya untuk hidup.

Rejeki Memang Sudah Allah Yang Atur, Namun Laki Laki Yang Bertanggung Jawab, Tidak Akan Membiarkan Pasangannya Menjadi Susah

Wanita yang dibesarkan dengan penuh kasih sayang oleh orang tuanya, selalu mendapatkan kenyamanan dan kemudahan, lalu ingin kamu lamar dan kamu minta dalam keadaan yang susah atau mulai dari Nol. Ok, rejeki memang sudah Allah atur, namun saat melamar pasanganmu, kamu masih belum punya pekerjaan jelas, atau setidaknya usaha untuk membiayai keluarga kamu nantinya. Memang sangat kamu sangat beruntung jika ada yang menyatakan begini ” Halalkan dan Nikahi Aku Terlebih Dahulu, Soal Rezeki Kita Usaha Bersama-Sama”.

Tidak salah jika orang tua akan merasa was was menyerahkan tanggung jawab putri mereka padamu. Apalagi, dengan usia yang cukup matang kamu melamar seorang perempuan, hanya bermodalkan dengkul semata. Pastilah orang tuanya akan menganggap kamu laki laki pemalas dan hanya ingin enaknya saja dalam pernikahan. Ingat, laki laki yang bertanggung jawab pasti tidak akan membiarkan pasangannya susah.

Fakta, Bahwa Banyak Pernikahan Kandas Karena Perkara Harta dan Ekonomi. Jadi Jika Hanya Cinta Yang Menjadi Modalmu, Maka Coba Tahan Dulu Nafsumu Dan Bekerja Keraslah

Jika kamu berani melamar seorang perempuan, memintanya untuk menjadi pendamping hidup, sekaligus pelayanannya sebagai istri. Kamupun harus memikirkan hak haknya. Jangan berpikir pendek, asal sudah menikah maka rejeki bisa datang sendiri. Atau parahnya, mengandalkan istri untuk bekerja dan memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Hey, rejeki bolehlah di cari bersama setelah menikah, tapi ingat pula, kamu harus memenuhi tanggung jawab lahir dan batin istrimu. Kamu melamarnya bukan untuk jadi babu gratisan dan pelampiasan nafsu di rumahmu, tapi untuk kamu jaga, kasihi, rawat dan sayangi, serta memenuhi kebutuhannya dalam rumah tangga. 

Pantas, jika banyak perceraian banyak terjadi perkara harta, karena faktanya, banyak laki laki yang lupa dan malas memenuhi tanggung jawab dasarnya, yaitu memenuhi kebutuhan rumah tangga dan istrinya lahir maupun batin.

Memang Tidak Perlu Mapan Ataupun Kaya Dahulu Saat Melamar. Cukup Buktikan Bahwa Kamu Memang Siap Meminang Pasanganmu Bukan Hanya Bermodalkan Cinta. Allahpun Sudah Memberikan Banyak Waktu Untukmu Memantaskan Diri.

Yang menjadi masalah disini adalah laki laki yang lupa tanggung jawabnya dan ingin mengajak anak gadis orang hidup susah bersama. Padahal, Allah SWT pun sudah memberikan banyak waktu untukmu memantaskan diri, dan membuktikan diri.

Bukan kaya, bukan punya pekerjaan mapan, asalkan kamu bisa membuktikan bahwa kamu bisa membahagiakan pasanganmu, maka itu sudah cukup. Bahagia disini berarti segala kebutuhan dasar setidaknya, sandang pangan dan papan sudah bisa kamu penuhi dengan baik.

Dan kamupun punya pekerjaan ataupun usaha yang bisa kamu rintis bersama pasangan nantinya, sehingga tidak benar benar mulai dari Nol. Sebelum menikah kamu sudah punya modal, visi dan misi. Tekad dan biaya untuk mengajak istrimu sukses dan bahagia bersama di kehidupan dunia maupun di akhirat kelak.

Laki Laki Kalau Kamu Masih Single Sekarang, Lebih Baik Gunakan Waktumu Untuk Memperbaiki Diri, Bukannya Sibuk Menjajali Hati. Sebagai Modalmu Menjadi Imam dan Kepala Keluarga Nantinya

Pikir, berapa usiamu sekarang, dan selama hidupmu apa yang sudah kamu usahakan untuk memantaskan diri bertemu jodohmu nanti. Makanya deh, kalau masih single, jangan habiskan waktu untuk pacaran dan menjajali hati setiap wanita. Tapi sibukkan diri dengan memperbaiki diri, ekonomi dan agamamu. Sebagai modal untuk membina keluarga menuju keluarga SAMAWA dan baiti jannati nantinya.

Banyak tanggung jawab dan tugas sebagai seorang laki laki yang akan menjadi imam dan kepala keluarga. Karena istri dan anak anakmu kelak akan berharap padamu. Jika kamu cinta, jika kamu sayang dan ingin keluargamu utuh sampai Jannah. Jangan kecewakan mereka. Kamu sudah diberikan waktu memantaskan diri oleh Allah, maka gunakan sebaik baiknya.

Jadi Tidak Perlu Merasa Kecewa Saat Ternyata Ada Yang Menolakmu Perkara Harta dan Agama. Karena Pernikahan Sejatinya Adalah Ibadah Dan Jalan Menuju Surga Allah. Sedang Cinta, Allah Mudah Membolak Balikkan Hati Manusia

Bukan melarangmu untuk menikah, tapi akan lebih baik kamupun sebagai laki laki juga menyadari diri. Ingat lho, tugas dan tanggung jawabmu berat. Tidak hanya memenuhi kebutuhan istri dan anak anakmu, namun juga harus bisa membimbing mereka.

Seharusnya, gunakan waktumu sebaik mungkin untuk memperbaiki dirimu, baik masalah harta ataupun agama.
Percayalah wanitamu, jodohmu, akan menerima kamu apa adanya. Bahkan berusaha pula membantumu dalam mengurus keuangan dan kebutuhan keluargamu. Namun, harusnya kamu malu, bukannya malah melunjak dan berlaku seenaknya.

Jadi jangan kecewa atau hanya pandai menyalahkan wanita saat lamaranmu ditolak karena perkara harta, tanggung jawab, agama atau pekerjaan. Wajar, karena itu semua memang tugasmu. Realistis sajalah, jika kamu yang jadi wanita lalu diminta menjadi pendamping seorang laki laki yang bahkan mengurus dirinya sendiri tak mampu. Apakah kamu mau?

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page