Take a fresh look at your lifestyle.

Jangan Takut Pada Pilihanmu, Karena Menolak Jodoh Orang Tua Itu Bukan Dosa

Menolak Perjodohan Itu Bukanlah Suatu Dosa Atau Durhaka, Karena Menikah Sepenuhnya Hak Anak

Berpisah via instagram.com @putrimoto
0 393

Dari Ibn Abbas radhiallahu’anhuma beliau menceritakan,”Ada seorang gadis yang mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan melaporkan bahwa ayahnya menikahkannya sementara dia tak suka. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan hak pilih kepada wanita tersebut (untuk melanjutkan pernikahan atau pisah)” (HR.Ahmad 1:273, Abu Daud no.2096, dan Ibn Majah no.1875)

Namanya orang tua pasti ingin yang terbaik untuk anak anaknya. Bahkan untuk sebagian orang tua, selalu merasa bahwa pilihan anak anaknya, tak sebaik pilihan mereka. Sehingga banyak orang tua yang memaksakan kehendak pada anak anaknya, menjodohkan anak-anaknya dengan pilihan mereka yang dirasa lebih baik daripada pilihan anak mereka.

Padahal, masalah jodoh dan hati itu urusan individu dan Allah SWT yang maha tahu. Jadi alangkah lebih baik, jangan takut untuk memperjuangkan orang yang kamu rasa lebih baik dihadapan orang tuamu. Percayalah, mereka hanya belum tahu kebaikan kebaikan pilihanmu. Justru itu menjadi tugasmu dan pasanganmu untuk membuktikan dan meyakinkannya, serta tetap mendapatkan ridho orang tua.

Menolak Perjodohan Itu Bukanlah Suatu Dosa Atau Durhaka, Karena Menikah Sepenuhnya Hak Anak

Bukan merupakan suatu dosa atau durhaka bagi anak anak yang menolak perjodohan atau jodoh dari orang tuanya. Karena sepenuhnya pernikahan adalah  hak anak dan anak anaklah yang akan menjalani hingga sisa usia nantinya. Oleh sebab itu, saat akan ada yang melamar, biasanya orang tua akan membiarkan anaknyalah yang menentukan diterima atau tidaknya suatu pinangan. Orang tua tidak bisa mengintervensi, hanya memberi petuah dan petunjuk terbaik untuk anak anaknya.

Namun saat menolak sekalipun, maka tolaklah dengan halus, tanpa ada bantahan sedikitpun yang sekiranya menyakiti orang tua. Kamu harus tetap menjaga adab dan akhlak, tolaklah dengan alasan yng bisa diterima, dan yakinkan orang tuamu akan alasanmu.

Apalagi Jodoh Dan Pernikahan Yang Akan Menjalaninya Adalah Dirimu. Percayalah Dasarnya Orang Tuamu Hanya Ingin Kamu Bahagia Dan Tidak Salah Menentukan Pasangan.

Bahagiamu ada ditanganmu sendiri, bukan ditangan orang tuamu atau orang lain. Dan kehidupan pernikahan, baik dan buruknya maka kamulah yang akan menjalaninya sendiri dengan pasanganmu. Jadi jika memang kamu telah yakin pada pilihanmu, bahkan sudah berusaha mengikhtiarkannya dengan cara yang benar dan baik. Maka tak salah jika memang ingin kamu perjuangkan.

Justru tugasmu dan pasanganmu untuk membuktikan pada orang tua bahwa kehidupan kalian pasti akan baik baik saja. Dan saling menerima apa adanya. Karena sejatinya setiap orang tua hanya ingin anak anak mereka bahagia dan tidak salah pilih pasangan.

Perjuangkan Dengan Membuktikan Bahwa Pasanganmu Bukanlah Pilihan Yang Salah Untukmu. Kamu Menyadari Bahwa Maksud Orang Tuamu Adalah Baik Untukmu.

Jika orang tuamu sampai tidak menyukai pilihanmu, coba dengarkan baik baik alasannya. Karena pasti orang tua punya alasan tertentu untuk menolak pilihanmu. Jika perkaranya adalah masalah duniawi, coba ajaklah orang tuamu untuk lebih banyak mendalami tentang pernikahan dan agama. Yakinkan orang tuamu bahwa masalah duniawi bukanlah penentu kebahagiaanmu. Kamu yakinkan bahwa saat berjuang bersama dengan pilihanmu, maka masalah itu bukanlah suatu kendala.

Intinya, coba dengarkan baik baik alasan orang tuamu, lalu jelaskan dan buktikan bahwa pasanganmu bukanlah pilihan yang salah untukmu. Pastilah, saat kamu terus menerus meyakinkan orang tuamu dengan bukti yang nyata, maka sekeras apapun hati orang tua akan luluh juga.

Dan Sebagai Orang Tuapun Harusnya Menyadari Bahwa Masalah Pernikahan Adalah Sepenuhnya Hak Anak. Cukup Berikan Petuah Yang Baik Dan Menghindari Perkataan Dan Doa Yang Buruk

Sebagai orang tua harus menyadari bahwa anaknya sudah cukup dewasa untuk menentukan pilihan. Toh, siapapun pilihan anak, asal agamanya baik, bertanggung jawab dan dewasa, maka anak berhak memilih untuk bersamanya. Bukan malah menolak, apalagi sampai berkata buruk soal kehidupan anak kelak.

Berilah kepercayaan pada pilihan anak anakmu dan berikan pula ridhomu, juga doa terbaikmu. Agar kehidupan pernikahan anak anakmu, termasuk salah satu pernikahan Sakinah yang langgeng hingga Jannah kelak. Jadi pilihalah jodoh sesuai kebutuhanmu, bukan sesuai keinginan orang disekitarmu.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page