Take a fresh look at your lifestyle.

Menjauh Lebih Baik Daripada Bertahan Terhadap yang Menyakiti

Melepaskan Itu Menyakitkan Tapi Mempertahankan yang Selalu Melukai Itu Jauh Lebih Menyakitkan.

Hargai aku yang bertahan via instagram.com @wedday_photography
1 35

Banyak di antara kita yang masih bertahan dengan orang yang suka menyakiti. Meski sudah sering di khianati namun tetap kembali dengan harapan suatu saat dia berubah. Sebenarnya tak ada yang salah dengan harapan tersebut, kamu bisa mendoakannya supaya dia menjadi lebih baik lagi dan terus membantunya untuk menjadi baik.

Tapi jika memang dia terus menyakiti dan tak bisa berubah. Tak ada salahnya kamu mulai menjauhinya pelan-pelan jika memang sangat susah dirasa. Memang awalnya sangat berat, tapi bukankah lebih baik daripada hanya merugikan dirimu saja. Putus cinta memang menyakitkan, tapi banyak hikmah yang kamu dapatkan.

Buat Apa Mencintai dan Memperjuangkan Seseorang yang Tidak Menginginkanmu. Masih Ingin Bertahan Dengan Cinta Bertepuk Sebelah Tangan?

Seharusnya cinta itu tak pernah menyakiti dan hanya memberikan rasa bahagia, kehangatan dan ingin selalu bersama hingga maut memisahkan. Tapi bila orang yang kamu cintai, kamu perjuangkan nyatanya tidak menghargaimu. Lantas buat apa bertahan?

Mungkin saat ini dia bersandiwara seolah-olah mencintaimu dengan tulus, apalagi jika ada maunya. Kamu adalah orang yang pertama dikejar-kejar dan disayang-sayangnya. Namun nyatanya jika dia sedang bahagia bersama teman-temannya dan gebetannya. Kamu hanyalah pengganggung yang tak di inginkan olehnya.

Melepaskan Itu Menyakitkan Tapi Mempertahankan yang Selalu Melukai Itu Jauh Lebih Menyakitkan.

Memang melepaskan orang yang kamu sayang itu sangat menyakitkan. Apalagi sudah bertahun-tahun kalian bersama. Tapi kan sudah banyak kisah yang terjadi pacaran yang tak berujung pernikahan. Seperti kisah Anisa gadis dari Malaysia yang pacaran 5 tahun tak ada kepastian, lalu menikah dengan pria yang dikenalnya baru 3 bulan.

Kesalahan terbesar adalah kita yang tidak mau berusaha menerima kenyataan, kita yang tidak mau berusaha melepaskan dan merelakan sehingga semua itu semakin membuat kita terluka. Seringkali justru kita malah masih berharap, berharap dia kembali lagi padahal sudah jelas dia sudah pergi bahkan sudah bersama dengan yang lain.

Bukankah Hidup Itu Simple, yang Pantas Dipertahankan Ya Pertahankan, yang Sudah Tak Bisa Diharapkan Ya Sudah Lepaskan.

Hidup itu simple jika kita mau menjadikan mudah, hidup itu rumit jika kita mau menjadikan hidup kita yang memang rumit ini semakin rumit. Semua hanya tergantung bagaimana cara kita menyikapinya, jika kita berani mengambil keputusan maka kita harus siap dengan segala hal.

Hidup itu memang sulit, hidup itu memang rumit namun kita bisa mempermudah dengan menentukan pilihan yang sangat tepat untuk hidup kita sendiri. Harusnya kita tidak perlu mempertahankan apalagi memeprjuangkan orang yang sudah tidak bisa diharapkan. Nyatanya kita sendiri yang selalu memilih mempertahankan dan memeprjuangkan yang memang tidak bisa diharapkan.

  1. […] Seberapapun kuat kamu mencoba untuk menahan kepergiannya, ia akan tetap pergi tanpa memikirkan perasaanmu. Oleh sebab itu tidak perlu memaksakan kehendakmu, tak perlu berusaha kerasa untuk tetap bertahan. Bukankah Menjauh lebih baik daripada bertahan terhadap yang menyakiti? […]

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page