Take a fresh look at your lifestyle.

Mengejar Bahagia Tapi Lupa Mensyukuri Apa Yang Kamu Miliki Adalah Kesalahan Yang Fatal

Sebaliknya Justru Penyesalan Yang Akan Kamu Terima, Jika Mengejar Kebahagiaan Tanpa Mensyukuri Apa Yang Kamu Miliki

Bersyukur VIA instagram.com/raranurrr
0 44

Definisi bahagia itu luas, kamupun pasti mempunyai standart untuk kebahagiaanmu sendiri. Namun jika kamu semakin dewasa dan mau merenung, sebenarnya bahagia adalah sebuah perasaan yang tak terikat dengan harta benda ataupun urusan duniawi. Bahagia itu dari hati dan bisa kamu ciptakan sendiri. Salah satunya adalah dengan mensyukuri apa yang kamu miliki.

Namun, banyak orang yang sekarang ini terlalu focus mengejar kebahagiaan –menurut standartnya, tanpa mensyukuri apa yang mereka punya. Istri-istri yang kurang bersyukur pada penghasilan suaminya dan selalu menggerutu. Suami-suami yang tidak puas pada pelayanan dan ketulusan istri. Anak-anak yang tidak mensyukuri kehidupan dan cinta kasih yang diberikan orang tuanya.

Oleh karena itu, saat kamu sedang focus mengejar bahagia sebagaimana standart yang kamu inginkan, semisal ingin sukses, kaya, punya suami tampan atau istri cantik. Coba lebih dulu mensyukuri apa yang kamu dapatkan dengan setulus hati.

Karena rasa syukur dalam hatimu juga akan menambah nikmat bahagia yang kamu miliki. Justru jangan sampai, hanya mengejar kebahagiaan yang semu, kamu menyesal kehilangan hal-hal yang berharga dalam hidup.

Standart Kebahagiaan Setiap Orang Memang Berbeda, Namun Usahakan Kebahagiaan Yang Kamu Tuju Tidak Terikat Nafsu Dunia

Bukan hanya rasa sedih atau musibah, kebahagiaanpun bisa menjadi ujian yang membuat manusia menyesal. Apalagi, jika kebahagiaanmu kamu diliputi nafsu dunia, padahal jelas rasa bahagia yang akan dirasakan hanya tipuan saja.

Misalnya saja seorang suami yang tidak bersyukur atas istrinya, lalu menemukan wanita lain yang dirasa lebih baik atau membahagiakan. Dia lupa pada ketulusan istrinya dalam menemani dan menerimanya selama ini. Sampai akhirnya penyesalanlah yang akan dia dapatkan, saat yang tulus benar-benar pergi dan karma menimpanya.

Oleh karena itu, apapun standart kebahagiaan yang kamu miliki. Usahakan tidak mengikatnya dengan nafsu duniawi. Karena mengejar dunia tidak akan ada habis dan puasnya.

Percayalah Ada Banyak Hal Sederhana Yang Bisa Membuat Kamu Bahagia, Apalagi Saat Kamu Mensyukuri Apa Yang Kamu Miliki

Pada dasarnya kebahagiaan itu sederhana, salah satunya seperti saat melihat orang yang disayangi bisa bahagia. Bahagia itu juga bisa ditularkan, contohnya saat kamu membantu orang lain, khususnya mereka yang membutuhkan.

Melihat senyum haru dan terimakasih dari binar matanya, akan membuat kamu merasa bahagia dan bermanfaat juga berharga bagi hidupmu serta dirimu sendiri.

Selain itu bahagia pasti muncul dalam hati orang yang mau mensyukuri apa yang dia miliki. Meski, ada saja kekurangan yang dirasakan, ada saja ujian dan cobaan yang menerpa. Dia akan tetap merasa hidupnya berharga dan bahagia dengan segala hal yang dimilikinya.

Ditambah Lagi, Dengan Bersyukur. Kenikmatan Yang Kamu Peroleh Juga Akan Bertambah.

Mendapatkan kesuksesan, pendamping yang cantik/tampan, dan gelimang harta memang membahagiakan. Namun, bahagia yang dirasakan tidak akan sampai hati (ada rasa puas di dalamnya) jika tidak dibarengi dengan rasa syukur.

Begitupun, meski hidup sederhana dan apa adanya, ketika kamu bisa mensyukuri dan menerimanya dengan sepenuh hati, maka akan ada perasaan puas yang dirasakan.

Sebaliknya Justru Penyesalan Yang Akan Kamu Terima, Jika Mengejar Kebahagiaan Tanpa Mensyukuri Apa Yang Kamu Miliki

Orang yang menjadi pelakor/pebinor, adalah orang-orang yang mengejar kebahagiaan sesuai dengan keinginan mereka, namun lupa mensyukuri apa yang dimiliki.

Sehingga menghalalkan segala cara, padahal mereka juga diberikan akal, hati nurani dan pikiran untuk berpikir serta bekerja keras lewat jalan yang lebih baik. Begitupun para pengkhianat dan tukang selingkuh, karena tidak bisa menghargai pasangannya. Jadi melakukan tindakan yang salah dengan alasan mencari bahagia.

Oleh sebab itu, wajar jika pada akhirnya, kebahagiaan yang dirasakan hanyalah tipuan belaka. Dan hanya akan berakhir penyesalan yang hebat.

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.