Take a fresh look at your lifestyle.

Ketika Harta Jadi Ujian, Lebih Baik Hidup Sederhana Asal Berdua Bahagia Selamanya

Ketika Harta Jadi Ujian, Sebaliknya Saat Kamu Kaya, Maka Kesetiaanmu Di Uji Kembali. Buktikan Bahwa Kamu Tetap Menghargai dan Mencintai Pasanganmu Yang Telah Menemanimu Mulai Dari Nol

Jangan menyakiti wanita via pintrest.com
0 474

Ternyata harta, materi dan kesuksesan bisa menjadi satu ujian yang bisa menghancurkan keharmonisan rumah tangga yang selama ini dibangun berdua. Kemiskinan misalnya, lebih banyak menguji para wanita/istri. Tetap setia, melayani, tidak mudah mengeluh pada keadaan dan menerima berapapun pemberian dan usaha suami seikhlasnya.

Sebaliknya kekayaan, saat Allah memberikan harta yang berlebih, akan memberi ujian lebih banyak ke suami. Karena kebanyakan laki laki, jika sudah diberikan kelebihan harta setelah kemiskinan, akan merasa bahwa hartanya hanyalah hasil kerja kerasnya semata, dan mulai menginginkan hal lain termasuk menggadaikan kesetiaannya, serta lupa akan pengorbanan istrinya.

Oleh sebab itu berdoalah, berdoalah sebanyak mungkin, agar harta dan rezeki yang Allah limpahkan bukanlah menjadi ujian yang akan menggoyahkan hati dan iman pasanganmu atau dirimu sendiri. Dan lebih baik, berdoalah untuk hidup sederhana saja, secukupnya saja. Asal bisa tetap berdua selamanya, asal hubungan yang dijalin mulai dari nol itu, tetap bertahan hingga ajal menjemput. Namun, faktanya. Pacaran cukup bermodalkan cinta, tapi rumah tangga juga butuh harta.

Ketika Harta Jadi Ujian, Saat Masih Kekurangan, Belajarlah Untuk Ikhlas Dan Tak Mengeluh. Buktikan Kesetiaannmu Dengan Tetap Menghargai Pasangan dan Berusaha Memberikan Yang Terbaik Untuknya

Terbukti banyak sekali perpisahan terjadi karena factor ekonomi. Biasanya, istri/wanita yang lebih banyak menggugat dalam hal ini. Mereka merasa suaminya tak bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga, atau kebutuhan tersier istrinya. Sehingga saat ada orang lain yang hadir, banyak wanita yang lemah imannya memilih pergi dan meninggalkan suami bahkan anak anaknya.

Hal ini tentu saja diperbolehkan, namun dengan kondisi dimana suami tebukti malas untuk berusaha memenuhi tanggung jawab dan kebutuhan keluarga. Apalagi sudah dijelaskan pula, jika suami tidak memberikan nafkah selama 3 bulan berturut turut, berbuat KDRT dan semena mena pada istrinya, sudah dihukumi jatuh talak, dan istri diperbolehkan untuk menyatakan Khulu’.

Namun sebaliknya, jika alasan istri meninggalkan suami, karena perkara harta, dimana suami sudah berjuang sekeras mungkin. Pergi pagi, pulang pagi, dan setidaknya sudah berhasil memenuhi kebutuhan pokok keluarganya, maka hal ini akan berbeda hukumnya. Dan sungguh hanya Allah yang Maha Tahu isi hati manusia.

Oleh sebab itu, mengingat kemiskinan juga merupakan ujian Allah, maka cobalah terima dengan sabar dan ikhlas. Tunjukkanlah seperti janji awal pernikahan, bahwa kamu siap menerima bagaimanapun kondisi pasanganmu dan tetap tulus mencintai, juga melayaninya sepenuh hatimu. Meskipun, manusia tidak bisa hidup tanpa materi, tapi bahagia pun tak selalu perkara materi.

Ketika Harta Jadi Ujian, Sebaliknya Saat Kamu Kaya, Maka Kesetiaanmu Di Uji Kembali. Buktikan Bahwa Kamu Tetap Menghargai dan Mencintai Pasanganmu Yang Telah Menemanimu Mulai Dari Nol

Nah, jika wanita diuji dengan kemiskinan, maka sebaliknya laki laki atau suami diuji dengan gelimang harta. Kebanyakan, laki laki saat dia berhasil sukses dan meraih apa yang dia inginkan. Dia merasa bahwa kesuksesan dan harta yang diperoleh adalah hasil kerja kerasnya sendiri, tanpa campur tangan keluarga. Dia lupa, bahwa faktanya dalam hartanya ada hak istri dan anak anaknya, dan justru kesuksesannya tak lepas dari doa istri yang tulus dan setia.

Selain itu, biasanya laki laki yang kaya dan mapan, akan menjadi magnet untuk wanita lain yang hanya melihat kehidupan dari hartanya semata. Tak jarang godaan wanita matre, pelakor dan lain sebagainya, akan semakin kuat dan terasa saat kamu sudah dalam posisi yang cukup mapan. Wanita wanita inilah yang sering membuatmu lupa mana cinta yang tulus, mana cinta yang siap menerimamu apa adanya dan wanita yang telah berjuang bersamamu dari nol.

Sehingga sebagai laki laki, jagalah komitmen dan janji janjimu, semua godaan itu pasti hadir dan harusnya kamu sudah menyiapkan diri, dengan tetap mengutamakan dan memprioritaskan istrimu semata. Jangan sampai, karena kekilafanmu karena tersilau akan gemilangnya harta membuatmu melupakan seseorang yang terbaik, yang pernah hadir dalam hidupmu.

Ketika Harta Hanya Jadi Ujian, Lebih Baik Utamakan dan Berdoalah Untuk Hidup Sederhana Saja. Tak Perlu Sok Kaya, Meskipun Kaya. Dan Jangan Bermental Miskin Meskipun Kekurangan

Buktikan bahwa harta bukanlah segalanya, meskipun segalanya butuh harta. Buktikan bahwa bahagiamu, cukup dengan rasa cinta yang tulus dari pasanganmu semata. Saat bisa tertawa berdua, memadu kasih, bekerja keras untuk pasanganmu adalah bahagiamu. Bersyukur jika memang Allah menitipkan harta yang berlebih, namun tetap utamakan untuk hidup sederhana saja, dengan lebih banyak menyedekahkan harta itu di jalan Allah. Tetap bersyukur pula, meskipun masih diberi kekurangan, asal hidup sudah cukup, kebutuhan bisa terpenuhi, maka hari esok dan masa depan pasti akan tetap baik baik saja.

Jadi tak perlu merasa kaya meskipun kaya,  dan jangan bermental miskin, meskipun kekurangan. Karena dasarnya semuanya hanyalah titipan semata. Tetap bersyukur, meski kaya atau miskin, kita dipertemukan dengan jodoh terbaik yang menerima apa adanya dan tulus membersamai ibadah kita. Dan semoga cukup berdua saja, menikmati waktu hingga menua dan selamanya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page