Take a fresh look at your lifestyle.

Ada Saatnya, Kita Hanya Ingin Meminta Jodoh Yang Terbaik MenurutNya

Akan Ada Fase Dimana, Kita Mulai Memasrahkan Segala Bentuk Cinta Kepada Allah SWT

Meminta jodoh terbaik via instagram.com @mucozyphoto.official
0 21

Pada dasarnya, kita pasti mempunyai tipe ideal dan terbaik yang ingin kita jadikan patokan dari jodoh kita nantinya. Kita merencanakan sekaligus membuat berbagai klasifikasinya, saat mencari atau menanti jodoh yang hadir.  Namun, setelah segala ujian dan cobaan yang Allah SWT berikan untuk melatih hati kita dan menjadikan kita pribadi yang lebih dewasa.

Akan ada fase atau waktu, dimana kita memilih untuk menyerahkan segala urusan jodoh kepada Sang Pemilik Kehidupan. Kita pasrah, karena tahu dan sadar diri, betapa banyaknya kekurangan dan keterbatasan diri sendiri dalam menjalin suatu hubungan.

Kita akan berada dalam fase menerima sepenuhnya, bagaimanapun jodoh terbaik yang diberikan Tuhan dan mensyukurinya. Karena memang Allah lah yang Maha Mengetahui segala yang terbaik untuk kita, termasuk dalam urusan jodoh sekalipun.

Kita Bisa Merencanakan Tipe Ideal dan Terbaik Menurut Diri Kita Sendiri Awalnya. Berusaha Sekuat Tenaga Untuk Mendapatkan Jodoh Sesuai Tipe Yang Kita Inginkan

Skip. Skip. Skip. Mungkin hal itu yang awalnya sering kita lakukan saat mencari atau menanti pasangan yang ideal menurut diri kita sendiri. Jika baik dari segi fisik, penampilan, materi, kedewasaan, tanggung jawab atau apapun, tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan, maka pasti kita akan melewatkannya.

Meskipun satu dua kali merasa menyesal, atau ternyata bertemu dengan cinta yang salah, ternyata sama sekali belum membuat kita jera untuk terus berdoa dan mendapatkan seseorang yang sesuai dengan tipe yang sesuai dengan kita harapkan sebelumnya.

Pasti, entah beberapa kalinya, sebenarny kita dipertemukan dengan jodoh yang kita harapkan dari segala sisi yang diinginkan. Namun ternyata mereka hanya datang sebagai pelajaran. Ternyata mereka meninggalkan luka, yang akan membuat kita lebih mengerti makna suatu hubungan dan cinta yang sebenarnya, juga membuat kita lebih dewasa.

Namun, Seiring Dengan Waktu, Lewat Banyaknya Cinta Dan Pertemuan Yang Hadir. Akan Ada Fase Dimana, Kita Mulai Memasrahkan Segala Bentuk Cinta Kepada Allah SWT

Mungkin saat patah hati terhebat itu kita rasakan, perasaan takut dan trauma memulai suatu hubungan hadir dalam perasaan terdalam. Kita mulai menyadari betapa sombong dan naifnya diri ini. Berpikir menemukan yang terbaik, padahal diri sendiri tak tahu sebenarnya yang terbaik itu seperti apa.

Kita mulai menyadari bahwa hanya Allah lah yang Maha Mengetahui jodoh terbaik dan telah mempersiapkannya dalam hidup kita nantinya. Sehingga kita mulai menyederhanakan doa doa yang kita panjatkan. Tidak lagi menunjuk dia atau dia sebagai patokan jodoh yang kita inginkan, tapi  lebih menerima siapapun, asal dia memang yang terbaik yang Tuhan berikan.

Lebih legowo dan mulai fokuslah memperbaiki diri sendiri terlebih dahulu, agar mendapatkan jodoh yang sepadan dan setara dengan perjuangan yang telah kita berikan.

Dan Lebih Fokus Untuk Memperbaiki Diri, Memantaskan Diri, Karena Menyadari Sebaik Diri Kita Sendiri, Sebaik Itu Pula Jodoh Yang Akan Hadir Dalam Kehidupan Kita Nantinya

Sehingga dalam fase fase penyembuhan luka dan move on, kita akan melihat hubungan dan cinta dari sisi yang lebih dewasa. Bukan lagi untuk sekedar bersenang senang atau untuk urusan duniawi lainnya, namun juga mencari pasangan yang bisa menuntun dan membimbing ke jalan Surga.

Selain itu, menjadikan kita sadar bahwa menerima dan membahagiakan pasangan adalah hal yang utama dalam hubungan solid. Bukan lagi berpikir untuk melulu diperjuangkan atau yang selalu memperjuangkan, tapi sama sama berjuang untuk kebahagiaan bersama.

Dalam menanti jodoh terbaik, kita juga lebih fokus untuk memantaskan diri, memperbaiki semua kesalahan yang pernah dilakukan, menjadi sosok baru yang lebih baik dari sebelumnya, lebih bahagia dan bersyukur. Dan saat jodoh terbaik menurutNya hadir, kita telah siap baik secara lahir dan batin menerima dan mencintainya sepenuh hati. Serta mengajaknya untuk meniti kebahagiaan di dunia maupun di akhirat nanti.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page