Take a fresh look at your lifestyle.

Ketika Mencintai Itu Nyatanya Sakit, Aku Lebih Memilih Sendiri dan Dicintai

Mencintai Itu Nyatanya Sakit, Apalagi Jika Kamu Mencintai Dan Bertahan Pada Dia Yang Brengsek Dan Murahan

Memilih pasangan via pintrest.com
0 686

Aku ingin mengatakan bahwa aku sudah lelah, aku sudah capek pada drama cinta dan bertahan pada seseorang yang tak bisa menghargai. Aku ingin pergi sejauh mungkin, menemukan tempat baru, dimana aku tak lagi merasakan sakit, tak perlu lagi untuk berjuang sendiri. Tak perlu lagi merasakan disia siakan, disakiti dan dikhianati. Aku lelah mencintai, aku lelah bertahan sendiri.

Rasa cinta itu membunuhku terlalu lama dan terlalu menyakitkan. Hingga aku ingin berhenti, berhenti mencintai dan memilih egois. Aku hanya ingin sendiri terlebih dahulu, menenangkan hatiku yang sedang kacau balau dan remuk. Sambil menunggu, bersabar menanti, dia yang tidak menuntutku untuk mencintainya, tapi tak pernah lelah mencintaiku. Aku hanya ingin dicintai.

Mencintai itu Nyatanya Sakit, Karena Kata Tulus Melarangmu Untuk Meminta Balasan Yang Sama

Mencintai seseorang dengan penuh ketulusan itu berat, itu begitu sakit. Karena kamu tidak bisa menuntut perjuangan dan pengorbanan yang sama dari dia yang kamu cintai. Kamu hanya bisa berharap, dan ternyata harapan itu lebih banyak mengecewakan dan tidak sesuai dengan yang kamu inginkan.

Tapi dengan bodohnya kamu tetap bertahan dan tetap mencintai, dengan harapan harapan yang kamu ciptakan sendiri. Padahal itu semua tak lebih dari khayalan dan halusinasi belaka.

Mencintai Itu Nyatanya Sakit, Apalagi Jika Kamu Mencintai Dan Bertahan Pada Dia Yang Brengsek Dan Murahan

Aneh, tapi faktanya, banyak yang memilih bertahan dengan mencintai seseorang yang tak mampu membalas rasa cinta itu sama. Banyak yang bertahan untuk terus disakiti dan dikhianati. Padahal jika kamu mampu memilih, kamu bisa saja melepaskan rasa sakit itu dan menemukan sesuatu baru yang lebih membahagiakan. Karena apalagi yang kamu harapkan dari dia yang kamu cintai?

Hanya rasa sakit, kecewa dan akhirnya penyesalah, karena kamu mencintai orang yang salah, kamu berjuang dan bertahan pada dia yang brengsek dan murahan. Padahal kamu bisa mendapatkan yang lebih baik.

Mencintai Itu Nyatanya Sakit, Sehingga Sendiri Terlebih Dahulu Dalam Penantian Itu Terasa Lebih Baik

Saat kamu sudah begitu lelah dalam mencintai, saat pengalaman kisah cintamu membuktikan bahwa mencintai itu nyatanya sakit. Maka lebih baik sendiri, menikmati hidup dan memperbaiki diri terasa lebih baik. Selain itu untuk menyembuhkan diri dari luka lama, merasakan kebahagiaan lain yang Tuhan anugerahkan dan berikan dalam hidupmu.

Sehingga penantianmupun terasa lebih berkualitas dan bermakna. Bukan menghabiskannya untuk perjuangan yang sia sia dan menyakitkan.

Mencintai Itu Nyatanya Sakit, Dan Sendiri Dahulu Akan Membantu Menyembuhkan Luka Yang Lama, Agar Tak Jadi Benci

Rasa sakit yang kamu dapat dari mencintai orang salah. Rasa sakit yang melahirkan kebencian dan dendam, lebih baik tersembuhkan terlebih dahulu, sebelum kamu berpikir untuk berpindah ke lain hati dan memulai hubungan baru. Dalam kesendirianmu, cobalah sembuhkan dengan merasakan cinta yang lebih banyak dari orang baik disekitarmu.

Cobalah untuk lebih egois mencintai dirimu sendiri. Intropeksi diri di waktu kesendirianmu terlebih dahulu. Sehingga rasa sakit dari masa lalu, tidak akan menjadi penghalangmu untuk masa depan lebih baik.

Karena Mencintai Itu Sakit, Maka Lebih Baik Dicintai Dengan Ketulusan. Percayalah, Kamu Tak Perlu Jatuh Untuk Merasakan Cinta. Karena Kamu Bisa Membangun Cinta Dalam Hatimu

Percayalah, aka nada saatnya nanti kamu mendapatkan yang tulus, mencintaimu apa adanya dan berjuang untukmu. Dia tidak hanya akan menyembuhkan segala luka dihatimu. Namun mengajakmu memaknai cinta dengan cara yang berbeda. Yaitu bukan hanya meminta diperjuangkan, tapi berjuang bersama.

Tidak hanya membuatmu mencintai tapi mencintaimu setulus hati. Dia bukan mengajakmu jatuh dan sakit dalam merasakan cinta. Tapi membangun cinta bersama.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page