Take a fresh look at your lifestyle.

Waspadai, 5 Kelakuan Keluarga Pasangan Ini Bisa Membuat Rumah Tanggamu Tidak Harmonis!

Berani Ikut Campur Terlalu Dalam Urusan Hubungan Atau Rumah Tanggamu

Nikahi lelaki yang menerima keluargamu via instagram.com @glowphotograph
0 19

Ketika kamu menjalin hubungan dengan seseorang. Kamu tidak hanya harus berusaha menerima dan mengenal dirinya, namun juga seluruh keluarganya. Apalagi, jika hubungan itu ingin kamu bawa ke jenjang yang lebih serius.

Karena, terkadang bisa saja keluarga pasangan mempunyai karakter yang akan membuat kamu dan hubunganmu jadi tidak nyaman. Jadi kamu juga harus memikirkan matang-matang untuk melanjutkan hubungan dengannya atau mengambil sikap yang tegas jika ingin hubungan berlanjut.

Nah, inilah ciri-ciri kelakuan keluarga yang bisa membuat hubungan atau rumah tanggamu berantakan. Waspadailah!

1. Berani Ikut Campur Terlalu Dalam Urusan Hubungan Atau Rumah Tanggamu

Meski masih keluarga dan tetap boleh memberikan nasehat-nasehat yang baik. Tetap ada batasan yang tidak boleh dilanggar mereka. Seperti saat kamu dan pasanganmu sudah mengambil keputusan, keluarga pasangan terlalu ikut campur, sampai memaksa untuk mengikuti kemauan mereka.

Sehingga kamu maupun pasanganmu kehilangan kendali untuk mengatur rumah tanggamu sendiri. Dan percayalah! Situasi seperti itu, akan membuat hubungan menjadi tidak nyaman. Apalagi jika kamu atau pasanganmu terus mengalah dan diam saja.

2. Membanding-bandingkan Anak Dan Menantu Dengan Saudara Yang Lain

Nyatanya perlakuan tidak adil orang tua pada anak-anak bisa saja terjadi dan ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Seperti membandingkan anak yang sukses dan kurang sukses (menurut mereka). Tentu saja, karakter keluarga seperti itu, akan membuat kamu tidak nyaman saat berada di tengah-tengah mereka.

Ditambah lagi, tidak hanya membandingkan, ada pula yang sampai membuka keburukan anak atau menantunya sendiri di depan orang lain atau tetangga. Tentu saja, kamu akan semakin merasa risih dan tidak nyaman dengan hubungan yang kamu jalani.

Biasanya, jika keluarga seperti ini, setelah menikah, kamu dan pasanganmu akan lebih senang tinggal di tempat yang cukup jauh.

3. Berusaha Mengatur Bagaimana Rumah Tanggamu Berjalan

Mulai dari dimana kamu harus tinggal, pembagian nafkah bulanan, anak yang harus kamu lahirkan, dan sampai pada bagaimana kamu mengatur atau mengelola rumah tangga serta keuangan.

Ada pula, keluarga yang berusaha untuk mengatur semua itu, bahkan menggunakan kedudukan mereka sebagai orang tua untuk membuat kamu mengalah atau menurut.

Padahal setelah menikah, pastinya kamu ingin bisa mengatur rumah tanggamu sendiri sepenuhnya. Dan tentu saja, jika sampai ada orang lain yang berusaha mengatur, maka akan membuat kamu merasa tidak dianggap atau diabaikan.

4. Keluarga Ada Yang Punya Sifat Iri Dengki

Seperti ada persaingan tak terlihat yang kamu rasakan dengan keluarga pasangan saat menjalin hubungan. Misal saat kamu membeli sesuatu, keluarga pasangan ada yang ikut membelinya. Mereka pun suka pamer padamu soal pencapaian yang sudah didapatkan.

Meski kamu sudah berusaha untuk tidak peduli dan bersikap biasa saja. Tentu saja jika perasaan iri dan dengki itu masih ada dalam diri keluarga pasangan, maka kamu juga akan sulit merasa tenang. Seolah apapun yang kamu lakukan diawasi.

Dan segala pencapaianmu dijatuhkan sehingga kamu merasa down. Biasanya tipe orang seperti ini juga senang jika melihat orang lain (meski itu keluarganya tidak bahagia)

5. Memiliki Sikap yang Egois Berlebihan

Sifat egois adalah salah satu sifat tercela yang bisa merugikan diri sendiri ataupun orang lain. Dia selalu haus untuk diperhatikan dan dipedulikan terlebih dahulu apapun yang terjadi. Dan sifat seperti ini, bisa saja dimiliki pihak keluarga pasangan dan tentu saja membuat kamu merasa kesal juga tidak nyaman. Misal, orang tua yang masih tidak ikhlas anaknya dimiliki oleh orang lain.

Nyatanya, orang tua atau keluarga yang cemburu pada menantunya itu benar-benar ada. Biasanya, orang tua seperti ini menganggap anaknya sebagai generasi sandwich yang punya hutang budi pada mereka setelah sukses atau dewasa. Sehingga, saat anaknya menjalin hubungan dengan orang lain, ada perasaan yang tidak senang. Entah karena takut pemberian anaknya berkurang atau cinta kasih pada orang tuanya tidak lagi sama.

Tidak hanya orang tua, sifat egois dan merasa harus lebih diutamakan daripada pasangan, juga bisa dimiliki saudara sampai keluarga lainnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.