Take a fresh look at your lifestyle.

Jika Ucapanmu Berakhir Hanya Untuk Menyakiti, Maka Diam Lebh Baik

Sebisa Mungkin Hindari Ghibah Dan Ajakan Untuk Membicarakan Orang Lain. Karena Lidah Itu Sulit Untuk Terkontrol

Lelah memikirkan masalah via instagram.com @gelgasairlangga
0 465

Jaga lidah, karena harga diri seseorang justru tergantung kata yang diucapkan oleh lidahnya. Dan selalu, karena lidah tak bertulang, maka terkadang ucapan yang mengalir darinya yang tanpa filter terlebih dahulu. Ada yang sebenarnya berniat membantu dengan ucapan baik, malah disalah artikan buruk oleh seseorang.

Apalagi yang jelas menyakiti, membully, menyinyir dan menyinggung perasaan seseorang. Padahal semua perbuatan akan mendapatkan pertanggung jawabannya kelak. Jadi lebih baik diam, lebih baik menjauhi hal yang mengajakmu untuk berkata buruk. Karena diam lebih baik.

Setiap Orang Selalu Punya Niat Saat Mengatakan Sesuatu, Sehingga Lebih Baik Benahi Niatmu Terlebih Dahulu. Dan Berhentilah Sebelum Menyakiti

Inilah kelemahan setiap orang, yaitu lebih mendahulukan ucapan daripada akal, sehingga ucapannya jarang terfilter, dan keluar begitu saja tanpa peduli. Ada yang tersakiti atau tidaknya. Apalagi memang jika niat awal sudah ingin menyakiti seseorang, sehingga ucapan yang terlontar memang untuk menyakiti, hingga membully seseorang. Padahal sudah jelas bahwa menyakiti adalah hal yang buruk dan sebisa mungkin harus kita hindari.

Ucapan Memang Bukan Setajam Pisau, Tapi Bisa Membunuh Lebih Baik Daripada Pisau

Banyak sekali kasus bullying yang berakhir dengan bunuh diri pada korbannya. Ini sama saja membuktikan bahwa meskipun hanya kekerasan lewat verbal bisa berakibat begitu fatal. Berbicara, berucap memang tidak akan langsung bisa  membunuh seseorang. Namun akibatnya jauh lebih menyakitkan. Oleh sebab itu, dalam islam, sering kali kita diingatkan bahwa fitnah jauh lebih kejam daripada pembunuhan. Padahal fitnah hanya lewat ucapan.

Sebisa Mungkin Hindari Ghibah Dan Ajakan Untuk Membicarakan Orang Lain. Karena Lidah Itu Sulit Untuk Terkontrol

Cara terbaik agar kamu tidak ikut menyakiti seseorang, maka hindarilah ghibah dan gossip dengan siapapun. Lebih baik fokuskan dirimu untuk membenahi diri dan menjadi lebih baik. Tolak saja, suatu pertemuan, jika di dalamnya hanya berisi ghibahan dan gossip pada seseorang. Karena saat kamu sudah terjerumus di dalamnya, akan sulit bagimu untuk keluar. Lama kelamaan kamu akan ikut ghibahin, nyinyir dan menghina orang lain. Bahkan orang yang tidak kamu kenal, akibat terhasut kebencian seseorang.

Lebih Baik Lagi Berusaha Untuk Diam. Meskipun Kamu Tahu Keburukan Seseorang, Bukan Bagianmu Untuk Menghakimi, Cukup Ingatkan Dengan Cara Yang Baik

Kita tidak benar benar tahu soal salah dan benar, ada yang menurut kita benar, ternyata di mata orang lain salah. Begitupun sebaliknya. Sehingga bukan bagian kita untuk menghakimi seseorang, sesalah apapun orang itu. Cukup ingatkan, nasehati dengan cara yang baik, yaitu dengan diam diam dan dengan kata kata yang baik, juga tidak menyinggung. Dan diam memang lebih baik, saat kita tak benar benar tahu apa yang terjadi ataupun perbuatan seseorang. Percayalah, semuanya pasti ada balasannya. Yang baik akan dapat baik, begitupun sebaliknya.

Kadang Posisikan Diri Kita Menjadi Yang Diomongkan, Di Bully, Atau Di Sakiti Dengan Ucapan. Sakit Bukan? Jadi Mending Diam Aja

Jangan menunggu Allah SWT menegur kita dengan membalikkan keadaan kita menjadi orang yang awalnya suka membully, menghina dan menyinyir orang lain, menjadi orang yang dihina dan dibully. Karena pasti kita akan merasa begitu menyesal hingga belum tentu kuat menahannya. Lebih baik, belajar dan posisikan diri, seperti orang yang kita bicarakan.

Bagaimana nasib kita, jika kita jadi dua. Apakah kita mampu atau menyerah akhirnya? Sehingga hasrat untuk berkata buruk dan menyakiti seseorang menjadi redam, karena kita tahu dan bisa merasakan sakitnya, bagaimana jika dijadikan objek omongan buruk.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page