Take a fresh look at your lifestyle.

Jangan Menilai Lelaki Hanya Dari Harta Saja, Karena Kamu Tak Tahu Masa Depannya

Jangan menolak lamaran laki-laki karena dia miskin. Karena kalo dia kaya, yg dia lamar bukan kamu,

Jangan memilih laki-laki dari harta via instagram.com @antzcreator
0 25.180

“Jangan menolak lamaran laki-laki karena dia miskin. Karena kalo dia kaya, yg dia lamar bukan kamu,” begitu kata pepatah. Laki-laki jaman sekarang serba salah. Dia belajar agama sepenuh hati untuk menyiapkan diri membimbing keluarganya kelak. Tapi begitu melamar perempuan yang diinginkan ditolak karena penghasilan kurang. Padahal dia solih & bertanggung jawab serta menunjukkan kesungguhan.

Laki-laki yang diterima ortu si perempuan adalah dia yang membawa gelar & membawa slip gaji untuk ditunjukkan. Meskipun agamanya kurang tak dipertimbangkan. Jika kelak si perempuan menikah dengannya, si laki-laki tak sanggup membimbing. Yang ada dipikirannya adalah hidupnya ke depan bersama anak2nya akan nyaman karena segala keinginan bisa didapatkan.

Padahal ketenangan hati didapatkan bukan dari harta tapi dari iman. Padahal hartanya juga sewaktu2 bisa hilang. Jangan terburu-buru menolak seseorang karena saat ini dia tak memiliki apapun untuk ditunjukkan. Lihatlah akhlaknya, ibadahnya, kegigihannya, kesungguhannya, & tanggung jawabnya.. Ngga PHP & ngasih janji2 palsu. Dia menunjukkan keseriusannya dengan menghadap kedua ortumu.

Lihatlah potensi yang dia miliki saat ini. Meskipun tak memiliki harta melimpah tapi jika dia berpotensi, mudah untuk menjadi sukses suatu hari nanti. Tinggal didukung saja ketika telah menikah dengannya. Ada banyak laki2 yg sebelum menikah tak memiliki harta melimpah lalu setelah menikah menjadi orang hebat, sukses, & punya pengaruh. Dia hanya perlu istri yg akan mendukung kesuksesannya.

Banyak lelaki yg pekerja keras, rajin belajar, rajin berusaha, & rajin ibadah, tapi mungkin hartanya belum seberapa. Lihatlah potensinya. Siapa tau suatu saat nanti dia akan menjadi orang sukses berkat dukunganmu.

Baca kisah suami kak Riri Abdillah & adik-adiknya, bagaimana mereka menikah muda & memulai pernikahan mulai dari belum punya apa-apa hingga bisa seperti sekarang. Semua sudah saya ceritakan di buku saya yg pertama, ‘Menantimu Di Ujung Rindu.’

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page