Take a fresh look at your lifestyle.

Jangan Menikah Karena Harta, Tahta dan Rupa, Karena Itu Semua Bisa Sirna

"Wah asik nih bentar lagi nikah. Ada yang biayain skincare, belanja tinggal minta ditransfer, mau beli baju ada yang beliin, bisa pindah ke rumah yang lebih mewah, bisa upgrade mobil keluaran terbaru, dll"

Jangan menikah karena harta
0 477
  1. Jangan menikah karena uang. Mandirilah secara finansial

“Wah asik nih bentar lagi nikah. Ada yang biayain skincare, belanja tinggal minta ditransfer, mau beli baju ada yang beliin, bisa pindah ke rumah yang lebih mewah, bisa upgrade mobil keluaran terbaru, dll”

Jika yang ada dipikiranmu seperti itu, jangan menikah dulu. Karena kamu menikahi pasanganmu, bukan materi nya. Untuk perempuan, laki-laki sangat mudah membaca kamu adalah orang yang gila materi atau bukan. Berhati-hatilah.

Untuk laki-laki, kami kaum perempuan mungkin sedikit susah menyeleksi hal ini, tapi pada akhirnya maksud dan tujuan mu akan kami ketahui perlahan. Jadi?

Mandirilah secara finansial. Kejar lah karir mu atau mencoba mendirikan sebuah usaha sedini mungkin terlebih dahulu. Kamu akan bangga mendapatkan hasil uang dari hasil jerih payahmu. Otomatis di sini kamu sudah tau kemampuan mu sampai mana dan kamu tidak akan pernah ada rasa khawatir karena kamu tidak terbiasa bergantung dengan orang lain.

Coba bayangkan, kamu menikahi seseorang karena harta nya banyak alias kamu matre . Okey mungkin beberapa bulan atau beberapa tahun kamu akan merasakan kebahagiaan yang haqiqi. Di mana kamu tidak perlu bersusah payah mencari uang. Kamu hanya mengandalkan pasanganmu atau bahkan keluarganya. Lalu setelah itu tiba-tiba bumi berputar. Pasangan mu kehilangan pekerjaan nya bahkan bisa saja dia meninggal dan semua aset pun hilang. Bagaimana? Masih stay atau tidak? Kalau pada dasarnya kamu menikah bukan karena harta, pasti kamu akan stay. Orang tulus akan tulus sampai kapanpun. Percayalah.

Beda dengan orang yang sudah terbiasa mandiri. Kamu mungkin akan shock, tapi kamu tidak akan menyerah apalagi sampai meninggalkan pasanganmu yang sedang susah. Jiwa mandiri mu itu pasti akan muncul dan membuat kalian survive lagi dari awal. Bahkan mungkin kamu sudah menyiapkan tabungan darurat atau investasi.

Menikahlah ketika kamu sudah bisa mandiri

2. Buat kalian pemuda dan pemudi yang baru hijrah, jangan beri alasan ke orang tua mu bahwa kamu mau menghindari zina dengan cara menikah padahal kamu belum ada kesiapan sama sekali

Menikah tidak sesimple itu. Jika alasanmu adalah untuk menghindari zina, itu adalah alasan klasik. Secara terselubung berarti kamu hanya fokus pada 1 hal, yaitu sex.

Cara mengindari zina itu banyak sekali. Kamu bisa produktif dengan bekerja keras, belajar lebih rajin, atau do something yang membuat kamu menjadi sibuk akan hal-hal yang perlu kamu capai. Bukan berarti kamu harus segera menikah ya 🙂

Sekiranya kamu memang ingin menghindari zina dan kamu memang sudah siap lahir batin, silakan. Itu hal baik yang memang harus disegerakan.

3. Jangan buru-buru menikah jika bangun pagi saja tidak sanggup

Ini penting sekali. Buat perempuan, kalian harus memasak, mengurusi suamimu yang akan siap-siap bekerja, dan merapihkan isi rumahmu yang mungkin berantakan.

Buat laki-laki, kalian harus bekerja

Jika tidak terbiasa bangun pagi yakin nih sudah siap?

4. Jangan ngebet nikah hanya karena kamu abis lihat feeds orang-orang di IG rasanya GOALS banget

Hei kamu ga akan tau hal tidak menyenangkan dibalik itu. Bisa saja tagihan yang menumpuk, anak nya yang susah nurut, mempunyai ipar yang menyebalkan, mempunyai mertua yang menyebalkan, kekurangan finansial, hutang dimana-mana, atau mungkin pasangan nya tidak sesempurna seperti yang dia bayangkan. Tapi? Ya gapapa dong posting kebahagiaan semu, namanya sosmed. Kita bebas berekspesi dan berpura-pura. Dunia saja panggung sandiwara, apalagi dunia maya. Ingat, banyak orang yang memakai topeng di sosmed.

Seperti ini contoh agar lebih jelas untuk dibayangkan:

  • Melihat pasangan couple goals liburan keliling dunia langsung mikir “duh enaknya. Goals banget. Jadi mau cepet nikah” padahal kamu mungkin gatau berapa isi tagihan credit card nya, bisa saja mereka juga pusing mikiran itu.
  • Lihat pasangan yang baru nikah langsung punya anak. Langsung mikir “yaampun cewe nya cantik cowo nya ganteng banget, pasti anaknya bibit unggul. Jadi pengen cepet nikah terus punya anak yang lucu!” Padahal kamu tidak tau dibalik itu mereka sebenernya belum menginginkan kehadiran buah hati alias masih mau menikmati momen-momen menikah.
  • Lihat pasangan yang baru menikah yang mesra banget langsung mikir “yaampun mesra banget. Jadi pengen cepet kek gitu!” Padahal kamu tidak tau, untuk menutupi kekurangan terkadang kita harus memoles dengan hal-hal yang baik.
  • Lihat pasangan yang sudah lama pacaran lalu tiba-tiba upload foto cincin dan buku nikah langsung mikir “yaampun akhirnya sah juga. Enak udah bisa ngapa-ngapain. Jadi pengen cepet nikah juga biar bebas!” Padahal mereka sedang memulai tanggung jawab dan kehidupan baru yang tentunya tidak semudah yang kamu bayangkan.

5. Jangan ngebet nikah jika kamu keramas saja masih seminggu sekali

Jangan jorok. Bahagiakan pasangan mu dengan hal-hal yang bersih terutama wewangian

6. Jangan ngebet nikah kalau galau aja diupdate di sosmed

Bicarakan baik-baik. Jangan main kode terutama perempuan. To the point saja karena selain pasangan mu bukan seorang peramal, laki-laki sangat malas untuk menebak-nebak hal yang tidak pasti. Itu buang-buang waktu. Jangan tuntut laki-laki untuk memahami semua kode-kode semi mu itu.

Rumah tangga mu itu rahasia kamu dan pasangan mu saja. Kalau kebiasaan mu update galau di sosmed belum bisa kamu hilangkan, lebih baik kamu jangan menikah dulu. Bahaya, rahasia mu akan terbongkar perlahan. Dibalik itu ada mantan mu yang senang melihat postingan mu, ada calon gebetan yang siap deketin kamu, dan ada pelakor yang siap juga untuk ambil pasangan mu dari kamu.

7. Jangan menikah karena pelampiasan

Iya, jangan menikah karena pelampiasan. Pelampiasan di sini bisa nafsu, bisa juga karena kamu punya keluarga yang toxic terus kamu memutuskan untuk menikah. Lalu harapannya setelah menikah kamu akan bahagia seutuhnya karena kamu sudah bisa keluar dari keluarga mu yang toxic itu hahaha

Jangan salah, akan ada toxic selanjutnya yang harus kamu hadapi loh. Bisa jadi temanmu, sahabatmu, mertuamu, iparmu, atau bahkan ternyata pasangan mu juga toxic

8. Jangan ngebet nikah kalau gelisahmu masih ditentukan oleh jumlah pengikut, likes, dan komentar di sosial media

Hm mungkin terlihat tidak ada relasinya ya? Tapi hal ini bisa menunjukan tingkat kematangan dalam jiwamu loh. Semakin dewasa semakin bodo amat akan hal itu bukan?

9. Buat para lelaki, pastikan kamu memang siap mental dan materi. Jangan ngebet hanya karena ingin cepat ada yang melayani kamu

Enak kali ya kalau cepet nikah. Ada yang masakin, ada yang nyuciin sama setrikain baju, mau ehem ehem tinggal minta, sakit ada yang ngurusin

Pasanganmu ya pasanganmu, tapi jangan jadikan pelayan. Saling timbal balik saja dan buat kesepakatan satu sama lain sebelum menikah.

Contoh:

  • Pasanganmu dari awal ga bisa masak, ya kalian kaum laki-laki harap bersabar dengan proses si cewe sampai dia bisa memasak dengan masakan yang enak.

10. Jangan ngebet nikah karena capek sama tugas!

“Cape sama tugas, mau nikah aja”

Tugas aja cape, apalagi mengurus rumah tangga? Yakin nih?

11. Jangan ngebet nikah kalau kamu suka marah sama anak kecil karena hal sepele

Misal:

• ada anak kecil yang ga sengaja injak kaki mu lalu kamu marah

• adek mu ga sengaja jatuhin hp mu lalu kamu marah padahal tidak ada goresan sedikitpun di situ

• ada anak kecil yang mau ngajak kamu main dan ngobrol tapi kamu dengan cepat merespon “apaan sih, main sm yang lain ajalah. Lagi gamau diganggu nih”

Sepele tapi hal di atas sangat berarti untuk dijadikan patokan kamu sudah siap menikah atau belum. Jangan jadikan anakmu korban hanya karena kamu lebih menginginkan pasangan mu daripada anak kalian.

Sejatinya memang menikah adalah pembuktian jika seseorang memiliki keseriusan. Tapi yang perlu diingat, orang licik dan jahat tetap ada di dunia ini sampai kapanpun.

Bagi orang baik, dia akan menjaga hubungan nya dengan tujuan akhir ke pernikahan karena pure ingin menikahi dan sudah memiliki kesiapan

Bagi orang jahat, menikah hanya dijadikan alat.

Contoh: ada orang yang menikah untuk menutupi kedok, ada orang yang menikah hanya karena dipaksa orang tua, ada yang menikah karena kecelakaan, ada yang menikah karena jenuh mendengar kamu yang terus menerus meminta dinikahi sebagai tanda kepastian kemudian ia iyakan, ada orang yang menikah karena sudah merasa umur yang semakin bertambah, ada orang yang menikah karena utang budi, ada yang menikah karena sex, ada yang menikah karena harta, ada yang menikah karena penasaran, dll.

Hati-hati ya karena tidak semua orang yang mau menikahi seseorang itu memang karena serius. Jadi kamu jangan terlalu bangga dan berbahagia dulu ketika kamu diajak menikah ntah sama orang yang baru kenal atau pasangan yang sudah lama kamu kenal. Karena yang utama adalah proses seleksi

Intinya, jangan gegabah. Siapkan semuanya dengan matang.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page