Take a fresh look at your lifestyle.

Jangan Mengadakan Resepsi Pernikahan yang Wah dan Mewah Karena Itu Gak Wajib

Ingatlah, menikah itu tergantung niat dan sahnya bukan wah dan mewahnya

Menikah mewah
0 386

Kalau disuruh memilih, saya pun ingin pernikahan yang intimate, sederhana, dan cukup akad saja. Saya juga sempat “marah” pada ibu saya karena ibu ingin menggelar resepsi yang “wah” di gedung, padahal saya ingin di rumah saja. Pada saat persiapan, diambilah jalan tengah, akad nikah di rumah hanya untuk keluarga dan kerabat dekat dan resepsi di gedung untuk kolega-kolega bapak dan ibu saya.

Ketika akad nikah, saya merasakan ke-sakral-an yang membuat bulu kuduk berdiri. Ketika ijab qabul dan sungkem, hampir semua keluarga menangis karena terharu. Saya juga merasa kehangatan karena sahabat-sahabat saya mau datang padahal hari itu bukanlah tanggal merah atau hari libur.

Tibalah saya harus melaksanakan resepsi. Orangtua saya menginginkan resepsi pernikahan di gedung untuk menghargai tamu mereka yang begitu banyak dan tidak akan tertampung hanya di rumah saja. Dari kacamata yang saya lihat, orangtua saya ingin mempergunakan hasil kerja kerasnya selama ini untuk terakhir kalinya, ya buat siapa lagi atuh, kalau bukan untuk anaknya.

Singkat cerita setelah melaksanakan resepsi, saya melihat kepuasan dan kelegaan di mata orangtua saya. Saya melihat kebahagiaan saat melihat orangtua saya berkumpul bersama dengan teman-temannya. Saya melihat senyuman di setiap tamu-tamu yang datang. Dan terakhir, saya mendengar doa yang para tamu panjatkan untuk pernikahan kami ketika kami bersalaman. Nilai plus kan, karena banyaknya tamu jadi banyak doa hehe.

Artikel ini merupakan curhatan dari Legina, semoga bermanfaat.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page