Take a fresh look at your lifestyle.

Jangan Melupakan Diri Sendiri Saat Menyampaikan Nasehat Pada Orang Lain

"Berjuang menjauhi maksiat lebih mudah daripada bertaubat. Sebab kau tak pernah tahu, sesudah maksiat itu apakah kamu masih memiliki waktu." — Imam Hasan al-Bashri.

Jangan melupakan diri sendiri via instagram.com @gelgasairlangga
0 300

“Jangan melupakan diri sendiri saat menyampaikan nasihat kepada orang lain.” — Umar bin Khaththab.

“Berjuang menjauhi maksiat lebih mudah daripada bertaubat. Sebab kau tak pernah tahu, sesudah maksiat itu apakah kamu masih memiliki waktu.” — Imam Hasan al-Bashri.

“Sebaik-baik akhlaq seorang muslim adalah mudah memaafkan kesalahan orang lain.” — Imam Hasan al-Bashri.

“Jangan mencintai orang yang tidak mencintai Allah. Jika Allah saja ia tinggalkan, apalagi hanya dirimu.” — Imam Syafi’i.

“Aku heran pada orang yang bersedih karena berkurangnya harta. Akan tetapi ia tak bersedih atas berkurangnya usia.” — Yahya bin Mu’adz.

Hati-hati dalam bertutur kata.
“Aku melempar seseorang dengan anak panah lebih aku cintai daripada aku melemparnya dengan ucapan. Karena melempar dengan anak panah, terkadang meleset dari sasaran. Sedangkan melempar dengan ucapan tidak pernah meleset dari tujuan.” — Imam Sufyan Ats-tsauri.

“Mencaci itu tidak akan menambah kemuliaanmu dan tidak pula membuat orang yang kau caci itu berkurang keburukannya.” — ustadz Adi Hidayat.

“Orang munafik mencari-cari kesalahan. Sedangkan orang beriman mencari alasan untuk memaafkan.” — Imam Ghazali.

“Rasa tenang akan tiba, ketika engkau memutus harap kepada makhluk.” — Syaikh Al-Islam Ibnu Taimiyah.

“Allah lebih mencintai pelaku maksiat yang bertaubat dibandingkan orang sholih yang tak pernah merasa salah.” — ustadz Adi Hidayat.

“Jika ada yang menyakiti hatimu, menunduklah dan biarkan ia melewatimu. Jangan dimasukkan ke dalam hati agar hatimu tidak lelah.” — Ali bin Abi Thalib.

“Jagalah dirimu dari sifat marah. Karena kemarahan itu dimulai dengan kegilaan dan berakhir dengan penyesalan.” — Ali bin Abi Thalib.

“Pecinta dunia tidak terlepas dari tiga perkara; Kesedihan yang terus menerus, keletihan yang berkelanjutan, dan penyesalan yang tidak pernah berakhir.” — Ibnu Qoyyim.

“Apabila engkau melihat seseorang mengunggulimu dalam perkara dunia, maka unggulilah dia dalam perkara akhirat.” — Hasan Al-Bashri.

Sejatinya hidup ini bukanlah pilihan. Namun mutlak haruslah taat kepada Tuhan. Karena kita diciptakan memang untuk beribadah kepada-Nya. Bukan untuk hidup sesuai dengan yang kita suka. Namun jika kau merasa hidup ini adalah pilihan, maka pilihlah hal yang baik yang mendekatkanmu kepada-Nya. Sebab semua pilihan akan dipertanggungjawabkan di hadapan-Nya.

“Jika engkau memiliki teman yang selalu membantumu dalam rangka ketaatan kepada Allah maka peganglah ia dengan erat. Jangan pernah berniat untuk melepaskannya. Karena mencari teman yang baik itu susah dan melepaskannya sangatlah mudah.” — Imam Syafi’i.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page