Take a fresh look at your lifestyle.

Jangan Bangga Karena Hanya di Puji, Tapi Banggalah Ketika Dicintai Dengan Tulus

Mendapatkan Pujian Karena Kecantikan Memang Terasa Menyenangkan. Tapi Jika Hanya Untuk Dijadikan Pelampiasan Lalu Buat Apa?

Jangan bangga hanya karena di puji via instagram.com @dany_asaljepret
0 251

Justru banggalah saat kamu bisa mendapatkan seorang laki laki baik yang mencintai dengan setulus hati. Laki laki yang bukan memandangmu dari segi fisikmu semata, namun benar benar tulus menerimamu apa adanya. Bukan bangga, saat dipuji oleh ribuan pasang mata lelaki yang melihatmu bukan sebagai subjek, tapi objek karena tertarik dan bernafsu saat menatapmu.

Karena saat itu, sebenarnya bukan kebanggaan yang kamu rasakan, namun justru rasa malu, saat mata mata serigala itu menelanjangi setiap lekuk tubuhmu. Memuji bukan karena menghargaimu, tapi justru menjadikanmu sebagai pelampiasan semata. Karena cantik ternyata bisa menjadi ujian yang justru menyengsarakan dirimu. Jadi jagalah kecantikanmu hanya untuk suamimu, bukan untuk dipamerkan ke setiap orang.

Mendapatkan Pujian Karena Kecantikan Memang Terasa Menyenangkan. Tapi Jika Hanya Untuk Dijadikan Pelampiasan Lalu Buat Apa?

Kamu memang wajib bersyukur, karena Tuhan sudah menciptakanmu dengan sebaik baiknya ciptaan. Kamu tumbuh menjadi seorang wanita yang cantik, wanita yang mampu membuat pasang mata yang melihatmu menjadi kagum. Apalagi, dengan teknologi sekarang ini, cantik dapat diciptakan, dipoles dan dibuat di salon dan klinik kecantikan.

Namun ternyata menjadi cantik tidak cukup membuat pria baik bertahan dan menetap di hatimu. Justru, laki laki tak beradab yang menjadikan hubungan denganmu sebagai pelampiasan dan main main saja yang seringkali menghampirimu. Mereka datang karena kamu mengundangnya dengan kecantikan yang kamu pamerkan.

Bukankah Hidup Ini Akan Terasa Begitu Indah, Saat Kamu Mendapatkan Cukup Satu Saja Kata Cinta Yang Tulus dan Menerima Kamu Apa Adanya

Kecantikan yang kamu miliki nyatanya bisa menjadi ujian yang akan menghalangi cinta yang benar benar tulus hadir dalam hidupmu. Cantik itu membuatmu lupa diri dan sombong, dengan berpikir mendapatkan laki laki manapun yang kamu inginkan.

Padahal hidup ini baru terasa indah, saat kamu menemukan sseorang yang benar benar tulus dan menerima kamu apa adanya. Dia yang mencintai dirimu sepenuh hatinya, bukan hanya kelebihan dan fisikmu semata.Oleh karena itu, jadilah wanita biasa yang luar biasa dalam menjaga diri dan akhlak yang mulia. Bukan hanya modal fisik yang glowing saja.

Jadi Lebih Baik Tutupilah Kecantikanmu, Tidak Perlu Memamerkannya Untuk Mendapatkan Pujian . Tapi Menjaganya Hanya Untuk Seseorang Yang Akan Menjadi Imammu

Jagalah kecantikanmu sebagai salah satu kehormatan yang harus kamu jaga sebaik mungkin. Tutupilah dengan hijab dan kain panjangmu, agar tak terlihat dan dinikmati oleh pasang mata. Kecantikanmu hanya kamu persembahkan pada orang yang tepat, yaitu laki laki yang dihadirkan dalam hidupmu.

Lagipula, dengan menjaga kecantikanmu dan kehormatanmu sebaik mungkin, bisa menjadi jalan ikhtiarmu untuk mendapatkan pasangan yang terjaga pula. Banggalah saat kamu bisa menahan hasrat untuk memamerkan lekuk tubuhmu, karena di akhir nanti kamu hanya akan mensyukurinya.

Dan Banggalah Saat Seorang Laki Laki Mencintaimu Tulus, Dengan Hanya Memberikan Kecantikanmu Kepadanya dan Menghargai Rasa Cintanya

Percayalah, yang kamu butuhkan hanyalah menemukan seseorang laki laki yang tepat dalam hidupmu. Laki laki yang mencintaimu sepenuh hatinya, bukan datang padamu sebagai bentuk pelampiasan semata. Menjemputmu dengan cara yang indah yaitu dengan menghalalkanmu. Maka banggalah saat kamu menemukannya, hargailah rasa cintanya dan cintailah dia sepenuhnya.

Dengan menjaga dirimu dan kehormatanmu, mempersembahkan kecantikanmu hanya untuk dia seorang dan menjadikannya imam dalam hidupmu. Karena kecantikanmu terlalu berharga untuk dinikmati tiap pasang mata. Jadi cukup persembahkan pada seseorang yang tepat, yaitu jodoh dunia akhiratmu.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page