Take a fresh look at your lifestyle.

Jadilah Dirimu Sendiri Karena Hidupmu Bukan Untuk Menyenangkan Semua Orang

Karena Hidupmu Bukan Untuk Menyenangkan Semua Orang. Cukup Orang Orang Yang Tersayang dan Dirimu Sendiri

Jadilah dirimu sendiri via instagram.com@popyauliaa
0 291

Ingatlah, bahwa kita tidak mungkin bisa menyenangkan hati semua orang. Sebaik apapun, perbuatan yang telah kita lakukan, sekeras apapun kita telah berusaha. Nyatanya, pasti ada satu dua orang yang tetap tidak menyukai kita dengan alasan apapun. Bisa jadi karena merasa iri dan dengki atau perbuatan kita yang sebenarnya baik, ternyata tak sengaja, tidak menyenangkan untuk beberapa orang. Apalagi ditambah dengan karakter manusia yang tak pernah puas akan keinginannya. Sekali dituruti, maka akan muncul permintaan lain lagi dan lagi.

Oleh sebab itu, cukup jadilah dirimu sendiri dengan tak selalu menuruti apa yang orang lain mau. Asalkan kamu sudah berusaha menjadi lebih baik, menyadari apa yang harus kamu lakukan. Kamu bahagia dan tidak merugikan siapapun. Maka jangan pernah takut untuk menjadi dirimu sendiri dan menemukan potensi terbaik dalam hidupmu.

Yang Salah Bukan Dirimu, Tapi Dasarnya Kita Memang Tidak Bisa Meminta Semua Orang Menyukai Apa Yang Kita Lakukan

Faktanya, hidup ini sawang sinawang. Ada yang melihat segala aktivitas kita, sebagian mengagumi, sebagaian membenci tanpa alasan yang tak jelas. Kita sama sekali tak bisa meminta orang lain menyukai kita. Yang mampu kita lakukan hanyalah tetap melakukan yang terbaik dan mendoakan mereka yang salah paham agar mengerti bahwa apa yang kita lakukan adalah untuk kebaikan diri kita sendiri tanpa merugikan orang lain.

Sehingga, dalam hal ini bukan kamu yang salah. Kamu hanya melakukan tugasmu sebaik mungkin. Jadi, biarlah ada yang tidak menyukai dirimu, kamu tidak bisa menentukan hati orang lain. Toh, yang terpenting, kamu tidak pernah sengaja menyakiti hati seseorang.

Lagipula, Ketika Menjadi Pohon Yang Tinggi, Sudah Pasti Angin Yang Menerpanya Akan Semakin Kuat Dan Kencang. Justru Itu Adalah Ujian Untuk Menguji Keteguhan Iman dan Hatimu

Kamu bisa belajar banyak hal tentang ini dari beberapa orang dan Rosul Kita, Nabi Muhammad SAW. Bagaimana beliau yang sudah begitu baik kepada semua orang, membawa dan mengajak pada jalan islam, begitu dibenci, dilempari kotoran dan hal lainnya yang membuat hati merasa perih saat mendengarnya.

Hal ini fakta yang terjadi dalam kehidupan dan dialami oleh semua orang, termasuk dirimu sendiri, siapapun kamu. Saat kamu mengenal seseorang lewat suatu pertemuan yang Allah takdirkan. Kamu tidak bisa membuat orang itu menyukaimu. Bahkan di beberapa kondisi, saat kamu semakin banyak dikenal, meskipun tak tahu atau pernah bertemu dengannya. Tiba tiba saja sudah ada kelompok yang tidak menyukaimu, menggunjingkanmu atau menfitnah dirimu dengan berbagai keburukan.

Karena orang-orang seperti itu memang Allah hadirkan, untuk menguji keteguhan iman dan hatimu dalam menghadapinya. Mengajarimu cara untuk ikhlas dan sabar, juga tetap tawakkal. Jadi, biarkan saja mereka dengan tingkah lakunya. Kamu layaknya sebuah pohon, semakin tinggi derajatmu dihadapan Allah, pasti semakin banyak ujian yang hadir untuk menggoyahkan imanmu.

Oleh Sebab Itu Fokus Saja Menjadi Dirimu Sendiri, Menemukan Potensi Terbaik Dalam Hidupmu, Mengembangkannya dan Berusaha Jadi Insan dan Hamba Tuhan Yang Lebih Baik

Cobalah tutup kedua telingamu, dan berhenti peduli pada orang orang toxic disekitarmu. Jangan mendengarkan apalagi memasukkan hati kata buruk mereka. Jika perlu cukup disenyumin aja, karena kamu tahu saat ada orang yang mengghibah atau menfitnahmu, tandanya dosamu sedang mereka bersihkan.

Selain itu, jadikan hinaan dan cemoohan itu untuk membuktikan dirimu menjadi yang lebih baik. Fokus untuk menemukan jati diri dan potensi dalam hidupmu. Sehingga kamu menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih taat. Dan insyaAllah, derajatmu pun akan semakin tinggi. Belajarlah mencintai dirimu sendiri, dengan bangga menjadi dirimu sendiri.

Karena Hidupmu Bukan Untuk Menyenangkan Semua Orang. Cukup Orang Orang Yang Tersayang dan Dirimu Sendiri

Asalkan kamu sudah memastikan kebahagiaan keluargamu, asal kamu hidup penuh rasa syukur dan tetap menjadi yang terbaik semampumu. Maka itu sudah lebih dari cukup. Biarlah orang lain berkata apa, selagi kamu menyibukkan diri dengan menjadi yang lebih baik lagi. Jika kamu merasa terganggu, maka cukup jangan dengarkan dan tak perlu kamu masukkan dalam hati.

Tenanglah, meskipun ada yang tak menyukaimu dengan berbagai alasannya, tetap ada yang mencintaimu sepenuh hati dan selalu mendukung langkahmu. Cukup bahagiakan dirimu dan orang orang yang kamu sayang. Karena kamu bukan hidup untuk menyenangkan semua orang, apalagi bukan orang yang penting untuk kamu pikirkan.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page