Take a fresh look at your lifestyle.

Ketika Kamu Ikhlas Atas Semua yang Mengecewakan, Allah Akan Menggantinya Dengan Kebaikan

Ikhlas Atas Semua yang Mengecewakan

Ikhlas dalam kecewa
0 100.261

Ikhlas adalah sebuah kata yang mudah diucapkan namun tidak mudah dilaksanakan. Banyak nasehat supaya kita selalu bekerja dengan ikhlas agar hidup lebih tenang dan bahagia. Namun ternyata tidaklah mudah beribadah atau beramal saleh dengan benar-benar ikhlas.

Kebalikan dari ikhlas adalah riya’. Jika ikhlas mengharapkan balasan Amal hanya dari Allah,sedangkan riya’ berharap balasan dari manusia,walau sekedar ucapan terima kasih. Kendati begitu tetaplah seperti gula,ia tetap memberi rasa manis meskipun namanya tak pernah disebut dan tak pernah mendapat pujian. Meski namanya tak pernah disebut dalam kopi manis atau teh manis namun semua orang tau bahwa peranan gula sangatlah signifikan.

Begitulah hakekat ikhlas,perbuatan yang tak butuh pujian. Orang yang ikhlas adalah orang yang berbuat sesuatu tanpa mengharapkan imbalan apapun dari orang lain sekalipun sekedar pujian,melainkan hanya mengharapkan keridhaan Allah semata. Ciri lain orang yang ikhlas adalah jarang kecewa terhadap makhluk,karena yang diharapkannya hanyalah penilaian dan keridhoan Allah SWT. Orang yang banyak kecewa terhadap makhluk yaitu orang yang banyak berharap dan bergantung kepada makhluk.

Ada tiga tingkatan ikhlas yaitu:

1.Ikhlas Mubtadi’

Yakni orang yang beramal karena Allah,tetapi didalam hatinya masih terbersit keinginan pada dunia. Misalnya. Seseorang melaksanakan shalat tahajud atau bersedekah karena ingin lulus ujian sekolah atau usahanya berhasil.

Ciri orang yang mubtadi’ bisa terlihat dari cara dia beribadah. Orang yang hanya beribadah ketika sedang butuh biasanya ia tidak akan istiqomah,ia beribadah ketika ada kebutuhan. jika kebutuhannya sudah terpenuhi, ibadahnyapun akan berhenti.

2.Ikhlas Abid

Yakni orang yang beramal karena Allah dan hatinya bersih dari riya’ serta keinginan dunia. Ibadahnya dilakukan hanya karena Allah demi meraih kebahagiaan akhirat. Yaitu menggapai surga dan terhindar dari siksaan api neraka.

Ibadah seorang abid ini cenderung berkesinambungan,tetapi ia tidak mengetahui mana yang harus dilakukan dengan segera (mudhayyaq) dan mana yang bisa diakhirkan (muwassa’),serta mana yang penting dan lebih penting. Ia menganggap semua ibadah itu adalah sama.

3.Ikhlas Muhibb

Yakni orang yang beribadah hanya karena ingin mendapatkan cinta Allah bukan ingin mendapatkan surga atau takut siksa api neraka. Semuanya dilakukan semata karena memenuhi kehendak dan cintanya kepada Allah SWT. “Beramallah engkau sampai ikhlas,jangan menunggu ikhlas untuk berbuat Amal saleh.”

Artikel ini merupakan status di Grup Facebook Motivasi Hijrah Indonesia oleh Murni Leo Pouenyae Semoga bermanfaat dan jangan lupa untuku share ya 😊😇

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page