Take a fresh look at your lifestyle.

Hargai Setiap Pertemuan Sebelum Perpisahan, Kelak Semua Akan Kamu Rindukan

Justru Hal Sederhana Itulah Yang Paling Kamu Rindukan, Sekaligus Menyesakkan Saat Kamu Menyadari Semua Itu Belum Tentu Akan Terulang Kembali

Hargai setiap pertemuan via dramabeans.com
0 211

“Bukan soal romansa, namun hati dan perasaanmu sudah terbiasa akan hadirnya. Sehingga saat dia pergi. Pasti ada yang terasa hilang dan kosong di dalam hatimu yang terdalam. Dan tanpa kamu sadari, ternyata dia bukan lagi yang biasa tapi jadi yang teristimewa, serta mendapatkan ruang tersendiri dalam hati, juga pikiranmu” (Ika Tusiana)

Pertemuan dan Perpisahan Memang Tuhan Yang Tentukan, Namun Hal Kecil dan Sederhana Saat Bersamanya Menjadi Kenangan Kecil Yang Tak Mudah Terlupakan.

Pernahkah kamu merasa tempat tidurmu jadi lebih luas dan dingin. Rumah terasa begitu lengang dan sepi. Dan senyummu semakin terasa hambar dan tak bersemangat lagi. Apalagi saat kamu ingat, saat dulu bersamanya, kamu terbiasa dipeluknya, dimanjakan olehnya, berbicara banyak hal bersamanya sembari meminum teh dan selalu makan sepiring berdua. Memandang wajah dan matanya, lalu membawanya dalam tidur lelap dan mimpimu.

Tuhan mempertemukan kamu dengannya dengan cara yang indah, mendatangkannya sebagai penyelamat hatimu yang terluka. Orang asing, yang entah sejak kapan mengusik hari dan kehidupanmu. Lalu saat sudah waktunya, perpisahan itu terjadi. Dia menghilang ditelan oleh waktu, dia tak lagi berbincang denganmu, memelukmu dalam tidurnya dan mendengarkan segala ocehanmu.

Kamu merindukannya. Rindu yang sangat, bahkan sampai membuatmu merasa sakit. Kamu sadar bahwa di setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Namun, kamu pun menyadari, bahwa meskipun berpisah, meski dia hilang, ada kenangan yang tak akan pernah terlupakan. Perhatian sederhana, senyum menawan dan binar mata yang membuatmu mencintai kenangan itu lagi dan lagi. Yakinkal tidak ada pertemuan yang sia-sia, kadang kamu tak beruntung menjaga jodoh orang lain.

Justru Hal Sederhana Itulah Yang Paling Kamu Rindukan, Sekaligus Menyesakkan Saat Kamu Menyadari Semua Itu Belum Tentu Akan Terulang Kembali

Saat kamu sudah membiasakan diri untuk mencintai, menemani, berjuang dan berkorban untuknya. Saat cintamu mungkin sudah di atas rata rata. Dan saat kamu membiasakan dirinya menjadi sumber kebahagianmu. Maka setiap detail dalam hidupmu saat bersamanya akan menjadi hal yang paling kamu rindukan.

Kamu merindukan suaranya saat berbincang denganmu, kamu merindukan menatap mata bahagianya dan merindukan senyumnya yang telah jadi candumu. Memeluk tubuhnya dan mencium aromanya, merasakan rasa nyaman dan damai saat berada di sisinya. Dan aman saat dia memegang erat telapak tanganmu.

Dan kini, semua itu juga terasa menyesakkan dan menyakitkan. Dia pergi dan semua itu belum tentu akan terulang kembali. Detail kecil dan sederhana yang kamu rindukan.

Karena Itu, Berusahalah Untuk Selalu Menghargai Hadirnya dan Setiap Pertemuan. Karena Bisa Jadi, Tanpa Kamu Sadari Dia Sudah Menempati Ruang Yang Istimewa Di Dalam Hatimu.

Bodoh! mungkin itu kata yang tepat bagimu. Saat kamu lupa untuk menghargai seseorang yang peduli padamu. Saat kamu tidak sempat atau belum bisa mengatakan bahwa ternyata dia adalah yang terpenting dalam hidupmu. Saat Tuhan memisahkan dia darimu dan tidak lagi mempertemukan kamu dengan dirinya. Kamu hanya bisa menyesalinya dan berharap masih punya kesempatan kedua yang belum tentu ada.

Maka, berhentilah egois pada dirimu sendiri dan mulai menghargai setiap pertemuan yang Tuhan rencanakan. Hargailah dia, peluklah dirinya dan bahagiakan hidupnya selagi kamu masih bisa bersamanya. Ciptakan kenangan indah dan selalu berdoa agar kamu dapat dipersatukan kembali dengannya setelah segala perpisahan.

Hingga, nanti saat Tuhan memisahkan, kamu masih tetap bisa menyimpan dirinya dalam kenanganmu. Sembari menunggu, Tuhan memberimu kesempatan untuk bertemu dan berbahagia kembali bersama dirinya dalam keabadian.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page