Take a fresh look at your lifestyle.

Dia Sudah Bahagia Dengan yang Lain, Saatnya Aku Harus Pergi dan Move-On

Sepertinya Kamu Sudah Bahagia Dengan yang Lain, Mungkin Ini Waktu yang Tepat Untukku Pergi.

Bahagia dengan yang lain via instagram.com @romeophotography_inst
1 306

Dahulu kita adalah sepasang kekasih yang saling jatuh cinta. Saling perhatian dan mampu menghadapi semua ujian cinta. Namun pada akhirnya, kita di takdrikan untuk berpisah karena keegoisan kita masing-masing. Mungkin rasa cinta kita masih ada, hanya saja rasa egois jauh lebih banyak sehingga tak ada yang mau mengalah lagi.

Kini kita hanyalah dua orang asing yang tak ingin saling mengenal sama sekali. Kamu pun akhirnya bisa berpindah kelain hati setelah berdamai dengan diri sendiri. Sedangkan aku masih meratapi nasib atas kebodohanku yang telah melepaskanmu begitu saja. Bahkan untuk sekadar mengucapkan selamat atas hubunganmu yang baru pun aku tak mampu lagi.

Sepertinya Kamu Sudah Bahagia Dengan yang Lain, Mungkin Ini Waktu yang Tepat Untukku Pergi.

Setelah berpisah denganku, akhirnya kamu pun menjalin kasih dan membuka hati kembali. Begitu juga denganku, hanya saja aku belum menemukan lagi yang tepat. Yang sama seperti dirimu, selalu mengalah dan pengertian. Mungkin inilah saat yang tepat bagiku untuk melepas bayang-bayangmu dari hidupku karena kamu memang sudah bahagia dengan kekasihmu.

Dulu kamu selalu mengingatkanku, Dengan petuah jika dia benar sayang, dia akan membatasi dirinya dengan yang membuatmu cemburu. Tapi aku tetap saja melakukan kesalahan-kesalahan yang fatal. Sehingga akhirnya kamu memilih meninggalkan karena sudah tak tahan lagi menahan rasa cemburu dan amarah. Aku tahu betul, sabar itu memang ada batasnya.

Kadang Aku Juga Lupa, Bahwa Seseorang Suka Menuntut yang Baik-Baik Tapi Lupa Untuk Menjadi Baik.

Berulang kali kamu mengatakan dan mengingatkan, jangan memperlakukan aku seperti ini. Tapi sayangnya berulang kali pula aku melakukan hal yang sama. Tanpa kusadari, aku sering menuntumu untuk melakukan hal-hal yang baik dan memperlakukanku dengan baik pula. Tapi disisi lain, aku sendiri tak melakukan hal yang sama untukmu.

Aku lupa diri, ingin mendapatkan yang lebih cantik dan baik dirimu. Padahal aku tahu juga, ada hati dan cintamu yang tulus yang sudah kamu serahkan kepadaku, meski kadang hatimu terluka juga. Benar adanya kata pujangga, mungkin paras membuatmu tertarik, tapi hati dan akhlak yang baik tak akan membuatmu menyesal nanti. Tapi aku justru lebih mengutamakan paras dibanding akhlak.

  1. […] Dia Sudah Bahagia Dengan yang Lain, Saatnya Aku Harus Pergi dan Move-On […]

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page