Take a fresh look at your lifestyle.

Dia Datang Tanpa Malu-Malu, Pergi Pun Tanpa Ragu-Ragu

Biarlah Kisah Kita Berakhir Tak Sempurna, Menyimpan Luka dan Bahagia Masing-Masing. Biarlah Kita Bahagia Dengan Cara Masing-Masing.

Datang tanpa malu-malu via instagram.com @azharajay
0 184

Dahulu dia orang yang kamu sayang dengan segenap jiwa dan ketulusan. Awalnya datang tanpa malu-malu, memberikan sedikit demi sedikit perhatian. Mengajakmu menikmati senja di setiap penghujung akhir bulan dan selalu menemanimu untuk menyantap makanan favoritmu. Sering menghabiskan waktu bersama senja dengan secangkir kopi hangat masing-masing.

Namun, kini semuanya tinggallah sebuah kenangan yang terpatri dalam hati. Kini dia pergi dari hidupmu tanpa ragu-ragu. Mungkin kamu sangat merasa putus asa, bagaiamana dia bisa melakukan hal yang semenyakitkan itu. Dia yang datang tanpa malu-malu, membahagiakan dengan segenap jiwa lalu pergi dengan tanpa ragu-ragu. Setidaknya jika ingin mengakhiri, berpisahlah dengan baik-baik.

Sejujurnya Sering Aku Redam, Tapi Rasa Sakit Itu Tetap Ada. Ah, Namanya Perpisahan Memang Selalu Menyakitkan Bukan?

Ah rasanya tak ada yang bisa kuucapkan dengan kata-kata lagi, memohon dirimu untuk kembali rasanya sudah tak mungkin. Karena buat apa mempertahankan hubungan, jika kamu sudah tak ada rasa cinta sama sekali. Jika kamu sudah memutuskan pergi, pasti hatimu sudah tak ada rasa cinta sama sekali. Lantas buat apa aku harus memohon dirimu untuk kembali.

Pada akhirnya memang menerima kenyataan bahwa kita sudah tak bersama lagi adalah hal terbaik yang bisa kulakukan saat ini. Biarlah luka ini kuredam dengan sendirnya, menata hati yang sudah terlanjur kamu sakit. Bukannya kamu tak berharga dan tak pantas bahagia, hanya saja memang aku belum bertemu dengan orang yang tepat saja.

Biarlah Kisah Kita Berakhir Tak Sempurna, Menyimpan Luka dan Bahagia Masing-Masing. Biarlah Kita Bahagia Dengan Cara Masing-Masing.

Sejatinya untuk mendapatkan kekasih yang sudi menerima segala kekurangan dalam diri ini memang bukanlah hal yang mudah. Kisah kita pada akhirnya tak bertepi di pelaminan, kita hanya sebatas dipertemukan namun tak dipersatukan. Memang itulah takdir, tak semuanya berlalu sesuai dengan yang kita inginkan. Kita hanya bisa menerima semuanya dengan ikhlas.

Iya, kita berakhir sebagai mantan kekasih. Bukankah mantan hanyalah kesalahan masa lalu, yang ceritanya tak perlu di ulang lagi. Jadi tak perlu lagi menoleh ke belakang, majulah kedepan meraih masa depan yang bahagia. Pastikan kita menjadi orang yang bahagia masing-masing tanpa harus ada rasa dendam lagi.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page