Take a fresh look at your lifestyle.

Cintai Sewajarnya, Perjuangkan Selayaknya Dan Relakan Seutuhnya Saat Tuhan Memisahkan

Cintailah Sewajarnya, Karena Saat Kamu Memberikan Cintamu, Jadikan Itu Sebagai Wujud Rasa Syukur dan Ibadahmu

Cintai sewajarnya via instagram.com @romeophotography
0 258

Saat kamu memberikan cinta pada seseorang yang Tuhan pertemukan dalam hidupmu, cintailah dia sewajarnya dengan tidak melupakan kebahagianmu dan kewajibanmu sendiri. Cintailah dia, sebagai wujud rasa syukurmu, karena dipertemukan dengan yang terbaik. Perjuangkan pula dirinya dengan sebaik baik perjuangan yang tidak akan membuatmu merasa menyesal saat Tuhan memisahkan nantinya.

Lalu saat kamu mengetahui dan sadar, bahwa setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Maka lepaskanlah, relakanlah kepergiannya dengan penuh keikhlasan dan cinta. Bukan rasa sakit atau penyesalan. Karena kamu sudah memberikan yang terbaik selama Tuhan menitipkannya dalam hidupmu. Dan tak lupa, selalu berdoalah, untuk dipertemukan kembali dengan yang terbaik, yang menjadi belahan jiwamu setelah perpisahan itu.

Cintai Sewajarnya, Jangan Biarkan Cinta Itu Membutakan Dirimu. Membuatmu Lupa Diri, Juga Tuhanmu

Sering sebagai manusia yang penuh dosa dan kekhilafan, saat cinta itu hadir, justru kita sendiri yang merusaknya dengan mencampurkannya dengan nafsu. Rasa cinta itu membuatmu lupa, pada tujuan hidupmu, membuatmu membutakan hatimu dari hal baik dan norma. Bahkan terkadang membuatmu lupa pada Tuhanmu, serta ibadahmu. Hingga membuatmu melupakan kebahagiaanmu sendiri hingga mengorbankan banyak hal yang akan membuatmu menyesal.

Oleh sebab itu,, seindah dan senyaman apapun virus cinta yang hadir, tetap cintailah dia sewajarnya. Berikan cintamu, sebaik yang kamu bisa berikan tanpa melupakan kebahagianmu sendiri, kebahagian orang yang kamu sayangi, masa depanmu dan terpenting Tuhanmu. Bukankah kamu mengetahui bahwa cinta tulus itu saling percaya dan menerima pasangan?

Cintailah Sewajarnya, Karena Saat Kamu Memberikan Cintamu, Jadikan Itu Sebagai Wujud Rasa Syukur dan Ibadahmu

Mendapatkan seseorang yang baik dan bertanggung jawab juga dapat membimbingmu adalah suatu kebahagiaan cinta yang patut untuk kamu syukuri. Tuhan sudah mengirimkan yang terbaik sebagai akhir dari perjuangan dan kesabaranmu, maka syukurilah cinta itu dengan mencintainya dengan wajar dan layak.

Selalu, ingatkan diri bahwa Allah Maha Membolak balikkan hati hambanya. Jadi bukan mencintainya penuh dengan nafsu dan obsesi untuk memiliki, tapi cintai sebagai wujud ibadahmu kepada Allah dan rasa syukurmu karena telah mendapatkan yang terbaik dalam hidupmu.

Perjuangkan Pula Dengan Selayaknya. Dengan Sebaik Baiknya Perjuangan dan Pengorbanan Dalam Kebaikan Bersama

Cintai sewajarnya
Cintai sewajarnya via instagram.com @romeophotography

Cinta pasti butuh perjuangan dan pengorbanan dalam membangunnya dan menjadikannya sebagai hal yang indah dengan pasangan. Namun, perjuangan dan pengorbanan yang diberikanpun harus selayaknya dan sesuai dengan tuntunan yang ada. Seperti, berjuang untuk selalu setia bersama pasangan baik dalam keadaan susah dan senang, menerima baik dan buruknya pasangan sepenuh hati, mengajak dan membimbing dalam peribadatan dan hal lainnya sebagaimana tugas dan tanggung jawab masing masing.

Perjuangan yang selayaknya dan sebaik mungkin kita berikan tanpa menyalahi aturan ataupun membuat diri merasa menyesal. Ingatlah, memang cinta dan pasangan belum tentu membawa kebahagiaan. Namun saat kita menjalaninya dengan benar, dengan tetap bersandar pada Tuhan dan sesuai dengan tuntunan serta syariat yang ada. Maka cinta itu pasti akan membawa kebahagiaan dan salah satu kenikmatan yang indah.

Dan Relakanlah Dengan Ikhlas, Saat Cinta Itu Pergi. Tak Perlu Menyesali Semua Yang Terlewati. Dan Yakinlah, Saat Kamu Sudah Memberikan Yang Terbaik, Dan Saat Dia Adalah Belahan Jiwamu Yang Terbaik Pula, Nantinya Akan Tuhan Persatukan Kembali Dalam Keabadian

Buat dan bangunlah hubungan yang tidak akan membuatmu menyesal dalam menjalaninya. Karena hubungan itu terjalin dengan halal dan diwujudkan dalam keluarga yang sakinah, mawaddah dan warohmah. Sehingga saat perpisahan itu hadir, kematian menjemput. Maka bukan rasa sedih yang kamu rasakan, tapi rasa ikhlas dengan penuh kerelaan.

Karena setiap pertemuan pasti ada perpisahan, dan yakinlah saat kamu sudah berusaha mencintainya dengan baik dan wajar. Maka cinta itu akan Tuhan persatukan kembali dalam keabadian. Cinta sejati itu nyata adanya, dan semoga cinta yang kamu bangun sekarang adalah salah satunya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page