Take a fresh look at your lifestyle.

5 Cara Mengatasi Trauma Putus Cinta, Agar Hati Lebih Tenang

Fokus  Pada Dirimu Sendiri Terlebih Dahulu. Renungkan Semua Yang Telah Terjadi, Lalu Temukan Sisi Positif Dari Luka Itu

Cara mengatasi trauma
0 27

Baperlagi.com – Tidak bisa dipungkiri, setelah putus cinta perasaan sedih dan kecewa itu pasti menyelimuti hati. Ada pula, perasaan trauma untuk takut membuka lembaran baru dan mempercayakan lagi hati dan cinta itu pada seseorang.

Perasaan takut dikhianati, dikecewakan, ditinggalkan dan dilukai begitu membekas, sehingga membuatmu tak mudah lagi percaya pada orang baru ataupun orang yang mungkin lebih baik selanjutnya.

Tenang saja, hal itu wajar dan memang bisa terjadi pada siapa saja. Bukan hanya kamu yang pernah mengalami fase seperti itu dan berhasil melewatinya. Jadi, tetap optimis, tetap tenangkan hatimu, tetap berusaha untuk ikhlas pada apa yang telah terjadi. Lalu move on dan bahagialah.

Nah, untuk membantumu mengatasi rasa trauma itu, beberapa tips ini dapat kamu terapkan agar hatimu jauh lebih tenang dan bisa membuka lembaran baru dengan seseorang yang lebih baik di masa depan.

1. Fokus  Pada Dirimu Sendiri Terlebih Dahulu. Renungkan Semua Yang Telah Terjadi, Lalu Temukan Sisi Positif Dari Luka Itu

Pertama adalah, fokus pada dirimu sendiri dan kebahagiaanmu. Setelah putus cinta, kebanyakan dari kamu pasti akan mengalami fase down, fase dimana kamu merasa dirimu tidak diinginkan, dihargai dan semua perjuangan yang telah kamu berikan ternyata tidak ada harganya.

Pada fase ini, kamu perlu untuk kembali lebih mencintai dirimu sendiri. Mensugesti diri, bahwa kamu bukanlah orang yang tidak pantas untuk dicintai. Kamu berharga dan hanya orang-orang bodoh yang meninggalkanmu. Kamu berharga sehingga Tuhan memisahkanmu sebab dia memang tak pantas untukmu. Kamu diinginkan oleh orang yang lebih baik dan orang yang lebih tepat untukmu suatu hari nanti.

Sembari melakukan itu, kamu juga perlu merenung dan mengintropeksi diri. Temukan sisi positif dari luka yang kamu terima, lalu sedikit demi sedikit bangkitkan kepercayaan dirimu lagi. Percayalah, pasti ada sisi baik yang kamu dapatkan saat kamu mau merenungi semua kejadian dan fase hidup. Ada pelajaran berharga yang akan kamu dapatkan.

2. Mencurhatkan Segala Perasaanmu Pada Orang yang Kamu Percaya, Pahami dan Rasakan Banyak Cinta Yang Menyembuhkan Di Sekelilingmu. Yang Paling Utama, Pasrahkan dan Keluhkan Semua Sakitmu Pada Tuhanmu.

Jangan pernah sok tegar, kamu sedang dalam keadaan paling lemah dalam dirimu setelah dikhianati oleh orang yang kamu percayai. Sehingga menangislah, jika kamu ingin menangis, ungkapkan saja semua kekesalan yang ada dihatimu, yang muncul setelah luka itu. jujurlah pada apapun yang kamu rasakan, untuk membantu proses penyembuhan.

Kamu bisa mencurhatkan dan menangis dipelukan teman-teman yang selalu support dan mendukungmu. Kamu bisa mencurhatkan pada ahli jika memang kamu butuh itu. Kamu bisa berteriak sekuat tenaga, mengumpat sesukamu, di tempat-tempat yang kamu yakini bisa lebih melegakan hatimu.

Lalu, saat dimalam yang sunyi, saat semua orang terlelap. Berdoa dan menangislah dalam sujudmu. Ungkapkan segala penyesalan dan rasa sakit yang kamu punya. Mintalah Allah untuk mengangkat semua perasaan yang kamu miliki sekaligus rasa sakit yang kamu terima. Percayalah, bahwa hatimu akan lebih tenang setelahnya.

3. Berjanii Pada Dirimu Sendiri Bahwa Kamu Akan Bahagia, Baik-Baik Saja, Dan Move On Sesulit Apapun Itu

Setelah hatimu jauh lebih tenang. Pikiranmu lebih lapang. Maka selanjutnya move onlah dengan bahagia. Sibukkan dirimu dengan melakukan aktivitas-aktivitas yang memang harus kamu lakukan untuk masa depanmu. Buat dirimu sepenuhnya sibuk dengan meningkatkan kualitas diri yang kamu punya.

Jika perlu, kamu bisa memblok semua akses pada mereka yang pernah menyakitimu, kamu bisa liburan atau pergi kemanapun untuk membantu menyegarkan kembali pikiranmu. Kamu bisa membuang semua hal atau benda yang mengingatkanmu akan luka yang pernah kamu terima.

Intinya, kamu harus berjanji, bahwa pengkhianatan itu sama sekali tak bisa menganggumu, luka itu tetap membuatmu baik-baik saja. Kamu akan tetap bahagia, ditambah dengan hadirnya banyak kebahagiaan yang kamu terima.

4. Membuka Lembaran Baru. Tak Mengapa Jika Kamu Belum Siap Memberikan Hatimu Lagi. Percayalah, Seseorang Yang Tepat, Akan Tetap Bisa Membuatmu Mencintainya, Tanpa Kamu Harus Berjuang Untuk Itu

Biarkan semuanya mengalir apa adanya. Kamu tak perlu berusaha untuk mempercayai seseorang, jika memang kamu belum ingin untuk melakukannya. Kamu fokus saja dulu pada dirimu, kebahagianmu dan kualitas dirimu. Sibukkan hati dan harimu untuk selalu bahagia dan membahagiakan orang-orang yang kamu sayangi sepenuh hatimu.

Sisanya, cinta itu akan bergerak, Tuhan akan membantu dengan mempertemukanmu dengan sosok terbaik dan bisa kamu percayai lagi. Bahkan, berkat luka yang dulu kamu terima, kamu akan lebih hati-hati dalam menentukan pilihan dan bisa melihat siapa yang benar-benar serius, juga membahagiakanmu.

Tanpa kamu paksa, kamu akan bisa menerima cinta dan bahagia itu lagi, tanpa sadar, kamu sudah tersembuhkan dan siap percaya lagi pada dia yang lebih baik. Apalagi, dia juga berusaha untuk menunjukkan keseriusannya padamu, bahkan segera memberikan cinta dan kebahagiaan nyata yang selama ini kamu nantikan.

5. Hidup Dengan Penuh Rasa Syukur. Sadari Bahwa Luka Itu Mungkin Adalah Jalan Bahagiamu, Untuk Dipertemukan Dengan Seseorang Yang Tepat dan Membuatmu Menjadi Lebih Dewasa

Setelah kamu menemukan kebahagiaan yang selama ini kamu nantikan. Kamu mengatasi rasa trauma yang kamu miliki karena luka sebelumnya. Selanjutnya, syukuri semua yang telah kamu terima. Sadarilah bahwa luka dan pengkhianatan dulu memang jalan takdir yang harus kamu lalui, untuk bahagia dan menemukan seseorang yang tepat.

Gunakan pengalaman dari luka itu, untuk membuatmu lebih dewasa, lebih bijak dalam menyelesaikan masalah dalam hubungan dan tidak sampai terjatuh pada kesalahan yang sama.

Percayalah, putus cinta memang bisa menjadi trauma. Namun, selama kamu punya Tuhan, punya dirimu dan hidupmu, kamu tetap akan bahagia, memperoleh kebahagiaan dan baik-baik saja hingga akhir.

Leave A Reply

Your email address will not be published.