Take a fresh look at your lifestyle.

Bukan Salahnya Pergi Darimu, Tapi Salahmu yang Bisanya Janji Doang

Jika memang sayang dan cinta, jangan cuma memberikan harapan palsu dan janji-janji manis saja. Tapi berikan kepastian.

Jangan Hanya Memberikan Janji Manis via instagram.com @flow.moto
0 200

Kali ini curhatan datang dari seorang duda dengan umur 31 tahun di akun instagram.com @cerminanlelaki dengan judul tidak menyangka calon istri menerima lamaran lelaki lain. Simak yuk kisah selengkapnya yang baperlagi kutip dari instagram tersebut.

Malam mindad, saya pria duda berumur 31 tahun. Pada tahun 2017 saya menjalin hubungan dengan seorang gadis berumur 26 tahun. Dari awal hubungan saya sudah menyatakan ingin menikahinya tetapi keinginan saya menikahinya terhalang restu orang tuanya karena status saya. Hingga pada akhirnya di tahun 2018 dia memilih orang tuanya dan di jodohkan oleh pria pilihan orang tuanya.

Setelah tiga bulan dia menikah dia kembali menghubungi saya, ternyata ada masalah pada suaminya sehingga dia ingin bercerai dari suaminya. Dia bercerai dari suaminya karena sudah diberikan kesempatan tiga kali tapi tetap tidak berubah.

Akhirnya dia bercerai dan meminta bantuan saya, karena saya sangat mencintainya, lalu membantunya membiayai peceraiannya. Dan saya menerima dia kembali dan mencukupi semua kebutuhannya dan kembali berhubungan dan di restui orang tuanya. Untuk kisah selengkapnya kamu bisa langsung baca di instagram ya.

Lalu Beginilah Tanggapan dari Mindad, dan Tentunya Netizen di Persilahkan Untuk Komentar Ria.

Hallo master.., saya memahami seperti apa rasa kecewa master saat ini. Master boleh memiliki harapan mengenai hubungan tersebut, tetapi master juga tentu memahami bahwa mewujudkan harapan membutuhkan andil pasangan untuk berjuang bersama. Apabila saat ini hanya master yang masih mengharapkan hubungan tersebut, sedangkan calon master sudah tidak memiliki keinginan yang sama, mungkin akan cukup sulit dan master harus realistis akan hal tersebut.

Untuk saat ini, mungkin sebaiknya master jujur sama keluarga master mengenai kenyataan hubungan master dengan calon. Dengan harapan, akan ada solusi yang lebih baik setelah master terbuka dengan keluarga. Kalaupun setelah master jujur, keluarga master ingin bertemu dengan keluarga calon untuk meminta penjelasan, mungkin tidak ada salahnya dipertemukan supaya masing-masing pihak bisa berlapang dada atas keputusan yang sudah diambil.

Memang bukan hal yang mudah untuk menerima keputusan calon, terlebih master selama ini sedikit banyak sudah mensupport calon sampai calon seperti saat ini. Hanya saja, master tetap harus berusaha menerima kenyataan supaya perlahan master bisa merelakan calon. Hal ini untuk kebaikan master sendiri, supaya master lebih mudah menata hati dan lebih fokus memikirkan hidup master kedepannya.

Mungkin akan lebih baik kalau master dan calon saling memafkan dan saling mendoakan untuk kebaikan masing-masing karena mau dipaksakan seperti apapun hubungan tersebut dan sekeras apapun master berusaha meminta calon kembali, dikhawatirkan hanya akan saling menyakiti satu sama lain karena dari hati calon sendiri sudah tidak menginginkannya.

Dengan master ikhlas menerima semua ini, mungkin suatu saat nanti Tuhan akan mempertemukan master dengan wanita yang lebih baik di waktu yang tepat. Maka dari itu, master harus semangat dan selalu optimis bahwa rasa sakit hati yang saat ini master rasakan, mungkin suatu saat nanti akan digantikan dengan kebahagaiaan yang tidak pernah master bayangkan sebelumnya sampa master lupa pernah merasakan luka seperti saat ini.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page