Take a fresh look at your lifestyle.

Bukan Gombalan Manis, Tapi Ikatan Halal yang Dibutuhkan Wanitamu

Karena tak ada artinya seikat mawar dan segudang gombalan romantis bila tak ada niat menikahinya

Hagai Sebelum Pergii nstagram.com @atasnamaelys.
0 272

Harusnya semua laki-laki di muka bumi ini mengerti, betapa mahalnya harga sebuah ketidakpastian. Apalagi, bagi mahluk yang bernama perempuan. Kepastian tidak sesederhana iya atau tidak. Dalam bahasa keputusan, kepastian adalah salah satu sinonim dari keberanian.

Tentu saja aku tak mau hidup menggenap dengan orang yang tidak bisa memberi kepastian, dan tak terbayang betapa repotnya menghabiskan lebih dari separuh hidup bersama orang yang tak punya keberanian. Maka dia, laki-laki sebelum kamu yang berproses untuk menggenapiku itu, langsung ter-eliminasi dari pilihanku. [Kutipan Buku Genap]

Dan Tidak Mudah Memang Memimpin Istri yang Mempunyai Kelebihan Banyak Dibanding Suami yang Pas-Pasan.

Saat Allah meridhoi kehidupan rumah tangga kita, Allah akan memberikan keberkahan yang melimpah. Keberkahan yang membuat lelah kita menjadi lelah yang membahagiakan. Keberkahan yang membuat letih kita, menjadi letih yang menenangkan. Keberkahan yang membuat kita bersemangat dalam menghadapi ujian kehidupan yang sudah Allah sediakan untuk kita, karena kita yakin Allah sudah mempersiapkan hadiah terbaik jika kita bisa melewati ujiannya. Hadiah berupa pahala yang melimpah, juga kebaikan di dunia dan akhirat.

Jadi wajar saja, jika laki-laki cenderung minder dihadapkan pada calon istri yang kelebihannya lebih banyak daripada dirinya. Ya, karena itu tadi, suami yang nantinya akan jadi pemimpin. Bisa nggak ya, kalau istrinya yang punya pendidikan lebih tinggi itu nanti menaatinya? Mungkin nggak ya, kalau istrinya yang punya penghasilan yang lebih tinggi itu bisa diatur? Apa iya, istrinya yang lebih tua itu mau denger omongannya? Dan kekhawatiran lain sejenis itu. [Kutipan Buku Genap2]

Jika Mempertahankan Terasa Sulit dan Menyakitkan, Barangkali Melepaskan Adalah Pilihan Terbaik.

Betapa banyak orang yang mempertahankan sesuatu, tapi hidupnya malah terbebani dengan apa yang dipertahankannya. Betapa banyak orang yang melepaskan sesuatu, malah ia mendapatkan lebih baik daripada apa yang dilepaskannya itu. Lepaskanlah, apa yang memang bukan diperuntukkan-Nya bagi kita. Terimalah dengan syukur dan lapang dada, apa yang telah, sedang dan akan diberikan-Nya kepada kita.

Tak mengapa, terima saja rasa sakitnya. Sampai berkurang dan tidak terasa sakit lagi. Karena kalau kita melawan, kita hanya sedang menunda rasa sakit. Pada akhirnya akan terasa sakit juga, lebih lama, lebih menyakitkan. Tapi kalau kita menerimanya, seiring waktu, rasa sakitnya akan berkurang perlahan-lahan, sampai kita tidak merasakan sakit lagi.

Hati tidak bisa berbohong. Tapi hati sangat bisa untuk salah. That`s why, selain menciptakan hati, Tuhan juga memberikan akal untuk berfikir, untuk mempertimbangkan baik-buruknya, untuk menentukan benar-salahnya. Gunakan juga itu, Dear. Jangan hanya menggunakan hati saja.

Betapa Teganya Kamu Siksa Aku Dengan Penantian, Dan Tanpa Perasaan Kamu Menyudahinya Dengan Perpisahan.

Salahnya, aku terlalu berharap akan kepastianmu. Lupa bahwa kepastian tidak selalu melegakan. Terkadang kepastian malah menyesakkan. Kamu membuat hatiku begitu sakit. Sayangnya, kata maafmu tak bisa menyembuhkannya. Maaf bukan hanya sekedar kata penghibur lara. Maaf berarti konsekuensi untuk memperbaiki. Dan kamu tak melakukan apa-apa untuk memperbaikinya, malah menikah dengan perempuan pilihan ibumu itu. Sementara aku, masih terjebak dalam rasa sakit yang menyesakkan. [Kutipan Buku Menata Hati]

Untuk yang sedang dalam pencarian; mungkin kita tak perlu mencari. Karena bisa jadi, yang terbaik adalah menjalankan apa yang sedang kita jalani. Dengan sepenuh hati. Jadi jangan mencari yang sempurna tapi yang menerimamu dengan tulus.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page