Take a fresh look at your lifestyle.

Bertahan dan Mencintai Pada yang Tak Bisa Menghargai Itu Kebodohan

Kamu Hanya Sedang Berada Dalam Fase Menuju Kedewasaan Untuk Menyadari Bahwa Tak Semua Cinta Harus Berbalas,

Pertengkaran Kita Biarkan Menjadi Warna
0 74

Cinta itu tak salah, sebab kamu tak bisa memaksa dirimu untuk tidak jatuh cinta pada seseorang yang telah berhasil merebut hatimu. Apalagi, kamu tahu, cinta memang kadang hadir tanpa diharapkan, harapan itu bersemayam tanpa kamu ingini. Sehingga jelas, bukan cinta itu yang salah, saat kamu jatuh cinta dan mencintai orang yang tidak tepat

Namun, itu salahmu, ketika kamu kalah pada cinta dan perasaan itu. Kamu biarkan logika tumpul dan tetap bertahan pada dia yang tak pernah bisa menghargai hadirmu. Kamu membiarkan dirimu, cinta itu mengakar kuat. Padahal sudah banyak bukti yang menunjukkan bahwa dia bukan orang yang tepat.

Kamu membiarkan lukanya semakin lebar dan menganga, saat dia sudah jelas tak menghargaimu, namun kamu seakan tak melihat itu dan terus memperjuangkannya. Sehingga, saat dia pergi, saat dia mengabaikan semua perasan yang kamu miliki dan meninggalkan luka yang hebat. Jangan salahkan cinta. Salahkanlah, dirimu sendiri yang kehilangan logika saat jatuh cinta.

Sebab Tanpa Cinta, Kamu Tidak Akan Bisa Menjadi Apa Yang Kamu Harapkan Sekarang Ini.

Percayalah, justru jika tidak karena cinta, kamu tidak bisa hidup di dunia ini. Tanpa cinta, kamu tidak bisa merasakan kemudahan dalam setiap langkah. Tanpa cinta, kamu tidak akan bisa menjadi apa yang sekarang kamu dapatkan dan inginkan. Sehingga cinta itu penting, kamu butuh itu dan juga kadang memberikannya pada orang lain, sebagai bentuk kebanggaan dan rasa syukur.

Sehingga, pada dasarnya cinta itu tetap suatu yang baik, menyenangkan dan menggembirakan, bagi siapapun yang mempunyai dan memberikannya. Cinta itu anugerah, bagi siapapun yang mendapatkan. Cinta itu adalah kemudahan dari Tuhan dan cinta itu adalah penyatuan dan kekekalan saat manusia sudah tak lagi berpijak di bumi.

Hanya Salahmu Tak Lagi Mencintai Dirimu Sendiri, Saat Terlena Pada Dia Yang Tak Pasti

Ketika kamu memilih untuk bertahan pada dia yang tak tepat, kamu selalu memberikan banyak cinta, berjuang untuknya dan hanya menunggu dia menyadari hadirmu. Menunggu dirinya melihatmu sama seperti caramu melihat dirinya. Menunggu dia memperjuangkanmu, sama seperti kamu selalu memperjuangkannya. Menunggu dia menghargaimu, hingga mengakuimu sebagai seorang yang special dalam hidupnya.

Namun, kamu lupa, saat perjuangan itu, saat usahamu dalam terus bertahan untuknya. Kamu tidak melihat dirimu sendiri. Kamu tidak melihat fakta bahwa kamu semakin ringkih karena selalu berjuang sendiri dan tidak melihat bahwa kamu juga butuh dicintai, diperjuangkan dan dibahagiakan, setidaknya oleh dirimu sendiri terlebih dahulu.

Kamu Hanya Sedang Berada Dalam Fase Menuju Kedewasaan Untuk Menyadari Bahwa Tak Semua Cinta Harus Berbalas, Tak Semua Orang Yang Kamu Cintai Bisa Menghargai

Mungkin, inilah caramu untuk dewasa. Caramu menyadari dan lebih membuka mata pada kehidupan. Pertemuan dan jatuh cinta pada seseorang yang tidak bisa menghargaimu, mengajarimu bahwa dalam cinta pun ada yang menyakitkan. Apalagi, jika kamu salah dalam memberikannya.

Kamu diajarkan untuk menyadari, bahwa tak semua cinta harus berbalas, tak semua inginmu bisa terwujud, dan tak semua orang yang kamu cintai akan menghargai cinta itu. Bahkan ada pula orang-orang yang hanya memanfaatkan cinta yang kamu punya, lalu pergi seperti tak punya hati saja.

Sehingga jangan dulu, jangan menyalahkan rasa cintamu, jangan menyalahkan dia yang tak bisa menghargaimu. Sebab luka yang kamu terima, tetap punya sisi baik, saat kamu menyadari makna dari pertemuan itu.

JIka kamu Bisa Ikhlas, Percayalah Cinta Itu Tak Akan Jadi Benci. Cinta Yang Kamu Punya Tak Salah, Kamu Hanya Sedang Tersesat dan Terlalu Lama Menggantungkan Pada Seseorang Yang Salah

Jangan takut untuk jatuh cinta dan tetap memberikan cinta. Ikhlaskan saja, meski itu sulit, setidaknya agar hatimu tak membenci. Fokus saja, pada cinta lainnya, yaitu cinta-cinta yang mampu menyembuhkanmu dari segala sisi. Percayalah, cinta itu tak salah wahai hati, mencintai itu bukan dosa dan bukan aib. Sehingga kamu tak perlu merasa malu, dendam dan benci pada dia yang tak bisa menghargaimu.

Saat itu, kamu hanya sedang tersesat, sedang buta dan terlena. Saat itu nafsumu melebihi cinta yang kamu punya, sehingga membuatmu terluka. Saat itu kamu lupa, bahwa ada cinta-cinta yang lebih berhak untuk kamu bahagiakan terlebih dahulu.

Jadi,  jika kini kamu telah menyadarinya. Maka, perbaikilah semuanya. Jadilah seseorang yang lebih baik, seseorang yang lebih tulus dalam mencintai, seseorang yang tak lupa, untuk mencintai dirimu sendiri dan semua hal yang kamu miliki, agar hatimu diliputi cinta yang benar, juga rasa syukur.

Leave A Reply

Your email address will not be published.