Take a fresh look at your lifestyle.

Meski Setegar Karang, Anak Perempuan Pertama Kadang Menangis Diam-Diam

Dia menyimpan banyak beban, namun tak mudah dia utarakan. Dia menyimpan banyak kepedihan, namun seringkali dia memilih diam

Ikhlaskan yang terjadi via pexels.com
0 68

Dia menyimpan banyak beban, namun tak mudah dia utarakan. Dia menyimpan banyak kepedihan, namun seringkali dia memilih diam. Tertawa sekeras mungkin untuk menghibur diri. Mengokohkan bahu dan pundak nya di hadapan orang lain. Yang dia sadari, mengeluh baginya adalah kelemahan. Tak berguna dan masalahnya tak terselesaikan.

Maka dalam sendirinya, dia menangis di kegelapan. Di hadapan Yang Kuasa dia utarakan seluruh kepedihan. Dalam sendiri dia mencari solusi. Dia tak akan bergantung pada siapapun. Maka dia berjuang keras memecahkan masalahnya sendiri.

Wajahnya yang penuh dengan ketenangan, tak akan mudah menampakkan luka batinnya yang begitu dalam. Namun dia memanglah anak pertama. Tak akan dengan mudah menyerah begitu saja. Berapa kalipun dia terjatuh, dia akan berjuang keras untuk segera bangun dan berlari.

Dia tau ada banyak yang mengharapkan. Maka tak akan dengan mudah dirinya mengecewakan. Tanggung jawab baginya adalah sebuah kewajiban. Maka sekalipun batinnya terluka dalam, tangis di hatinya menyayat penuh penderitaan. Dia akan tetap tersenyum, setegar mungkin di hadapan orang lain dan berjuang untuk tak mengecewakan siapapun.

Bukan begitu wahai engkau anak pertama perempuan? 😊
Stay strong for everything ya 💪#Repost Riri Abdillah.

 

Lalu Bagaimana Kata Warga Net, Status dari Shiha Sharihah Zakhri yang Sudah di Share 3,3 Ribu Kali di Facebook dengan 303 Komentar. Berikut Baperlagi.com Kutip Sebagian Komentarnya. 

Bener bangat bund, aku mengenal Kaka Perempuanku sebagai anak pertama dari aku kecil sampai dia meninggal kemaren karena covid, ngga pernah aku melihat Air matanya yang aku liat dia selalu tersenyum dan bahagia. Padahal aku tahu betapa sakitnya dia melawan penyakit yang menggerogoti tubuhnya dan betapa dia sedih waktu hampir pisah dengan suaminya. Tapi tak pernah aku lihat Air mata di mengalir di pipinya. Sungguh dia Kaka Perempuanku yang luar biasa. Sri Rohyati

 

iy benar sekaliaku anak perempuan pertama dan terakhir yg dilahirkan ibu..krn abis lahirinnaku ibu meninggal. aku tibggal menunggu takdir kala itu hidup mati hanya punya alloh. hidupku dilempar kesana kemari ikut saudara yyg anaknya 7msh kecil2 ibarat aku anak plng tua punya adik 7.belajar memahami hidup dr kls4 sd.yg ku alami perihnya ikut orang lain yg menjadi hutang budi seumur hidup yg tdk bisa terbalaskan – Ungkap Asih Najibah

Lalu Aisyah Supriyatna menuturkan – Aku bukan anak pertama tapi merasakan menjadi anak pertama karn Kaka ku meninggal di usia muda,dan meninggalkan 2 anak yang masih sangat kecil dan membutuhkan perhatian ,ketika aku lulus sekolah SMU kala itu dan tak lama mamah ku meninggal ,aku yang mengurus ke 2 anak Kaka ku ,semua keperluan anak² almarhumah Kaka ku tanpa campur tangan ayah nya, Alhamdulillah anak pertama Kaka ku sudah lulus tahun lalu dan anak ke 2 nya sekarang naik ke kelas 3 SMA,semoga lelah ku menjadi berkah….-

anak pertama perempuan dlm perantauan harus strongg,,,tak pernah mengabarkan kpd kluarga dikampung ttg kesusahan atu kesedihan,,,yg kita sampaikan yg indah dan baik2 saja💪💪💪 – Ungkap Sallma Sinaga

Leave A Reply

Your email address will not be published.