Take a fresh look at your lifestyle.

Nyaman Itu Saat Aku Menatapmu, Aku Ingin Menetap Di Hati, Hidup Dan Masa Depanmu

Dan Entah Sejak Kapan, Rasa Nyaman Itu, Membuatku Mulai Menyebutmu Dalam Doaku. Membuatku Memohon Pada Tuhan Semoga Kamu Adalah Takdir Yang Tuhan Titipkan Dalam Hidupku Sebagai Akhir Pencarianku

Ingin menetap di hati via instagram.com @imagenic
0 367

Aku tidak terlalu mengerti dan paham pada definisi kata nyaman. Apakah itu benar benar cinta atau hanya tertarik semata karena nafsu atau benar bisikan syetan. Namun, yang kutahu saat aku merasakan nyaman, ada debar aneh yang hingga di hati. Ada rindu yang membuatku lupa waktu dan seakan terus mengingatmu. Dan saat bersamamu, entahlah, aku merasa, membayangkan bahkan berharap bahwa aku juga bisa menetap dihati dan pikiranmu.

Bahkan bisa menjadi patner untuk masa depanmu dan ada di setiap mimpimu. Mungkin itu cinta, mungkin itu nafsu, mungkin itulah kata nyaman yang aku rasakan untukmu. Dan untuk sekarang aku menikmatinya dan bersyukur atasnya.

Apapun Definisi Kata Nyaman, Saat Bersamamu, Aku Yakin Selalu Ada Debar Aneh Yang Hingga Di Hati dan Membuat Darahku Berdesir Hangat

Satu hal yang pasti dan entah kapan mulai terjadi. Saat bersamamu akhir akhir ini, aku mudah sekali tersipu, mudah sekali terbawa perasaan dan mudah sekali salah tingkah. Sungguh! Sangat malu saat mengingatnya, bagaimana aku yang biasanya mampu mengontrol diriku sendiri. Menjaga adab dan akhlak sebagai seorang muslimah, tiba tiba merasakan debaran aneh dalam hatiku.

Darahku setiap kali berdesir hangat saat mendengarkan ucapanmu. Mungkin saja, bahkan sekarang aku tak mampu lagi untuk menatapmu kedua mataku, karena seiring dengan itu hatiku berdetak tak karuan.

Mungkin Ini Nyaman, Karena Saat Bersamamu Aku Merasa Menjadi Diriku Sendiri. Tertawa Lepas Dan Melupakan Rasa Penat Dan Masalah Dalam Hidupku

Diantara banyak hal yang kusukai saat bersamamu adalah saat aku berbicara apapun dan serasa menjadi diriku sendiri. Kamu membiarkan aku tertawa dan tersenyum, kamu menyediakan bahumu untuk bersandar saat aku menangis. Bahkan tidak hanya mendengarkan sepenuh hati kamu berusaha membantuku dengan beberapa solusi yang menentramkan hati.

Rasa nyaman dan rindu itu tiba tiba saja hingga dihatiku dan membuatku betah berlama lama denganmu. Menceritakan sedih, senang dan mimpiku, berharap-mungkin, suatu hari kamu benar benar jadi satu diantaranya.

Saat Menatapmu, Bukan Hanya Membuatku Salah Tingkah, Tapi Ada Secercah Harapan, Bahwa Bisa Jadi Akupun Bisa Menetap Di Ruang Hatimu dan Mimpi Di Masa Depanmu

Tahukah kamu, bahwa tatapan matamu, suaramu tidak hanya sering kali membuatku salah tingkah terhdapamu. Namun, sangat parah, karena mulai membuatku berharap pada sesuatu yang seharusnya tidak aku pikirkan. Aku mulai berharap, bahwa kamu bisa menjadi masa depanku, aku mulai berharap bisa hadir dalam mimpi mimpimu. Aku berharap ada ruang di hatimu yang khusus untukku.

Namun, sayangnya, karena terkadang aku merasa malu, merasa harus menjaga harga diri dan akhlakku. Aku harus menahannya dan cukup mengutarakannya dalam hatiku. Karena tak ada yang di tunggu selain kepastian, tak ada yang lebih di harap selain rasa nyaman.

Dan Entah Sejak Kapan, Rasa Nyaman Itu, Membuatku Mulai Menyebutmu Dalam Doaku. Membuatku Memohon Pada Tuhan Semoga Kamu Adalah Takdir Yang Tuhan Titipkan Dalam Hidupku Sebagai Akhir Pencarianku

Aku tdak akan mengelak bahwa aku punya perasaan khusus untukmu. Namun tenanglah, akupun tahu bahwa tak baik untuk mengungkapkan rasa itu, saat jodoh hanya Tuhan yang tahu. Bisa jadi hadirmu, hanyalah sebagai pelajaran dalam hidupku. Sehingga, meskipun kuakui ada harapan bersama rasa nyaman yang kamu berikan dan hadir di waktu kita bersama, aku tetap memilih mendiamkannya. Tetap memilih untuk cukup menyebut namamu dalam doa, dan berharap yang terbaik untuk kita berdua.

Meskipun menatapmu membuatku ingin menetap, namun aku tetap menyadari bahwa jodoh terbaik telah Allah persiapkan. Sehingga terimakasih atas rasa nyaman yang kamu berikan, baik kamu hadir sebagai pelajaran atau jodohku kelak, aku tetap menikmati pertemuanku denganmu dan bersyukur atas itu.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

You cannot copy content of this page